Minggu, 29 Juli 2012

26. Antonius Widuri! (ending malam kelima)

Bahasan:
Hadits Sahih Bukhary-Muslim yang Bertentangan Dengan Al-Quran?,
Pengakuan Dosa = Membeli Ampunan dari Rahib?,

Tanggapan:
Kiyai said:
dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain.

Menanggapi:
Lalu, bagaimana dgn ayat-ayat ini:

*QS 53:38,
(yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

*QS 6:164,
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, padahal Dia adalah Rabb bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Rabbmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".

*QS. 35:18,
Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Rabb-nya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).

Dan lain-lain.

Di atas dikatakan, bahwa orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain,
Kalau orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain, bagaimana dgn seorang yang tidak memiliki dosa?

Isa adalah satu-satunya Anak Manusia, sebab Ia tidak mengenal dosa, bahkan Alquran mencap diri-Nya sebagai manusia sempurna (QS. 19:17).

Tetapi, intinya atas ketiga ayat di atas, telah menegaskan bahwa ada peluang untuk orang memikul dosa.

Berarti pernyataan kiyai Bahaudin ini sungguh-sungguh menyerang qur'annya sendiri!

Tentang Surat Pengampunan Dosa yang diperdagangkan,

Seperti halnya kiyai mengatakan:
Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri,

Demikian pun HSH dalam menanggapi masalah ini.

"Semua agama mengajarkan moralitas, tetapi apakah moralitas itu selalu dijunjung tinggi oleh para penganutnya? ... Tergantung
orangnya, bukan?!"
25. Antonius Widuri!

Bahasan:
Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Dijemur Pada Kayu,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Galatia 3:13

Menanggapi:
*Galatia 3:13,
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung dikayu salib!"

Memang benar, bahwa digantung dikayu
salib adalah hal yang terkutuk, sesuai dengan
Pentateuch Musa:

*Ulangan 21,
22 "Apabila seseorang berbuat dosa yang
sepadan dengan hukuman mati, lalu ia
dihukum mati, kemudian kaugantung dia
pada sebuah tiang,
23 maka janganlah mayatnya dibiarkan
semalam-malaman pada tiang itu, tetapi
haruslah engkau menguburkan dia pada hari
itu juga, sebab seorang yang digantung
terkutuk oleh Allah; janganlah engkau
menajiskan tanah yang diberikan TUHAN,
Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."

Dan justru di sinilah kita melihat, betapa
besarnya pengorbanan Kristus itu, hukum
Taurat adalah peraturan yang kalau dilanggar
membuat orang terkutuk, dan Yesus sama sekali
tidak melanggar Taurat melainkan Dialah
yang menggenapinya [melakukan semuanya].
Tetapi Dia menjadikan diri-Nya sebagai orang
yang terkutuk, demi menebus dosa manusia.
(Yes. 53). Yaitu, dengan cara disalib. Dan dalam nas ini, Paulus menunjukkan
betapa besarnya pengorbanan Kristus,
sehingga rela menjadi kutuk karena kita:

*14,
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di
dalam Dia berkat Abraham sampai kepada
bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita
menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Nb:
1. Umat Allah adalah umat sacramental, yang
mengajarkan penebusan dosa melalui adanya
korban, korban itu berupa domba, lembu, dll
yang bakal disembelih, dan tanpa
penumpahan darah itu, tidak ada
pengampunan (Ibr. 9:22). Manusia berdosa
kepada Allah maka Allahlah yang membuat
peraturan pengampunan itu. Dan demikianlah
Allah membuat peraturan penebusan dosa, di
mana harus ada korban yang dilakukan
setiap kali pengampunan.

Latarbelakangnya,
pertama, ketika Adam dan Hawa jatuh ke
dalam dosa, Allah membunuh hewan untuk menggunakan kulitnya sebagai baju Adam dan Hawa, di sini kita melihat
bahwa meski pun perintah-Nya telah
dilanggar namun Allah tetap mengasihi
mereka, tetapi Allah pun adil sehingga Adam
dan Hawa mati (secara rohani) dan di usir
dari taman Eden. Sebab Allah tidak kompromi
terhadap dosa, inilah alasan pertamanya, bahwa ada darah yang tercurah saat
peristiwa kejatuhan Adam ke dalam dosa.
Kedua, ada korban Habel yang diterima.

Bukti pelaksanaan sacrament ini, bisa dilihat
dari persembahan Nuh kepada Allah ketika air
bah surut sebagai tanda perdamaian (Kej.
8:20). Pun aturannya ada di kitab para Imam,
dari Imamat 1-7.
Penebusan ini tentu merugikan, sebab harus
mengorbankan hewan yang mengeluarkan
duit. Karenanya, manusia pasti sungkan
untuk melakukan dosa.

Tetapi, sacrament yang digunakan oleh umat PL itu hanya bayang-bayang saja, menanti kedatangan penebus yang sebenarnya.
Penebusan-Nya hanya sekali tetapi untuk
selamanya (Ibr. 10).

Penebusnya adalah Allah itu sendiri (Yes.
43:22-25). Yang telah menjadi Manusia (Yes.
43:10). [bdk: AW. 8]

Allah konsisten dalam ketetapan-Nya itu,
maksudnya Allah tidak curang atau
meringankan trik penebusan itu.
Hewan-hewan yang dikorbankan pernah,
pasti merasa sakit, menderita dan lain-lain, di
sinilah Allah juga harus merasakan hal yang
sama. Dengan cara mengosongkan diri-Nya
(Flp. 2:7). Sebab tanpa pengosongan diri, Allah
dengan Kuasa Ilahi-Nya tidak akan merasa
sakit sedikit pun.

Ia ke dunia dalam rupa manusia, sebab orang
Israel tidak menerima rupa Allah dalam PL
yang dalam bentuk api, awan dan tiang-tiang.
Allah pun tidak memilih menjadi binatang,
karena binatang kedudukannya lebih rendah
dari manusia yang merupakan ciptaan Tuhan
yang paling mulia. Tetapi Allah menjadi
keturunan Adam dan Hawa,

Pada peristiwa kejatuhan Adam, Allah mulai
bernubuat dan ini adalah nubuat Allah yang
pertama ketika kejatuhan itu, yaitu menjanjika 'Mesias'.
Mesias inilah yang akan mengalahkan Ular
(Iblis):

*Kejadian 3:15,
.....keturunannya akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Keturunannya (akhirnya Yesus) akan
meremukkan kepala ular (mengalahkan total),
tetapi ular itu akan meremukkan tumitnya
(membuatnya berdarah, salib).

Nampak sejak awal telah Allah janjikan
seorang Mesias.
24. Antonius Widuri!

Bahasan:
Yesus Penebus Dosa,
Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja (Tidak Untuk Semua Ummat Manusia),
Yesus Berteriak Dengan Suara Nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani”,
Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Tergantung Pada Kayu,

Baca dramanya, di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/4-dialog-muslim-kristen-malam-keempat.html?m=1

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja (Tidak Untuk Semua Ummat Manusia)

Menanggapi:
Bisa dibaca di sini:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/112-injil-untuk-orang-israel-atau-semua.html?m=1

Yesus mengatakan Dia di utus hanya untuk orang Israel, maksudnya, bahwa kedatangan-Nya ke dunia tidak berkhotbah atau melayani ke negeri lain. Melainkan hanya di Israel saja artiannya ini adalah misi pertama-Nya, tetapi, pemberitaan-Nya itu tuh yang untuk seluruh bangsa.
Di mana Ia mengabarkan Kabar Gembira (Injil) kepada Israel dulu, yang akhirnya untuk seluruh bangsa (CC. 112).

Ia sendiri pun mengakui bahwa ada domba lain (bangsalain) di kandang lain (di negeri lain):

*Yohanes 10:16,
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; doma-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Secara Muhammad juga sebenarnya di utus hanya untuk orang Arab saja, maksudnya bahwa ia mengajar dan memberitakan kutukan, perang dan ancaman serta grandprize 72 bidadari untuk pria tua dan muda bagi siapa saja yang lolos masuk ke surga Muslim nanti, pada saat itu di negeri Arab saja (tidak ke Indonesia, China, Brazil dll).

Tetapi, kabar mengerikannya itu tuh yang berlaku untuk seluruh dunia.
(Jadi, Jangan gara-gara Mamad berkhutbah di Arab saja berarti bahwa Mamad untuk orang Arab saja, melainkan pemberitaannya saat ia di dunia di negeri di mana ia berada saja, masa langsung nyasar di Indonesia, demikian halnya untuk Yesus, Ia datang ke dunia hanya di utus untuk orang Israel maksudnya bahwa Ia ke dunia berkhotbah hanya di Israel tidak keluar dari negeri itu, tetapi ajaran-Nya berlaku untuk seluruh bangsa).

Kenapa harus Israel dulu?
Karena Israel adalah Anak Sulung Allah [tidak bermakna kelahiran - hurufiah]; selain itu Israel memang sudah dari sononya dilebihkan oleh TUHAN, bahkan Alquran pun mengangguk iya untuk itu (QS. 2:47, 122).

Selebihnya, dapat di baca di CC. 112.

~SB~
23. Antonius Widuri! (ending malam ketiga)

Bahasan:
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 20}
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 16}
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible, [dikosongkan]
[ditambahkan]

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya
dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG”
yang disebutkan dalam Bible?

A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya
ulangi, di Injil ada menyebutkan
bahwa:
1. Daud anak Allah yang sulung
(Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah anak Allah
yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat
22 dan 23)
3. Afraim adalah anak Allah yang
Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)

Menanggapi:
Tentang Israel atau Efraim: Anak Sulung Allah, CC. 25, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/04/25.html?m=1

Tentang Daud, Anak Sulung Allah;
Dalam Keluaran 4:22 dan Yeremia 31 :9, Israel disebut sebagai "anak sulung" Allah, dan dalam Mazmur 89:27, Daud sang raja disebut sebagai "anak sulung Allah, yang mahatinggi di antara raja-raja bumi."

Dalam kedua penggunaan istilah di atas tidak terkandung pengertian "yang pertama dalam satu seri" atau "yang pertama dilahirkan."

Dalam kaitan dengan Israel, pengangkatan menunjukkan kepentingan dan keunikan. Allah memilih Israel sebagai umat-Nya yang khusus untuk tujuan penebusan. la mengasihi Israel dengan kasih yang khusus seperti yang dialami orang tua ketika anak pertamanya lahir (Iihat Hosea 11:1).

Dalam kaitan dengan Daud, istilah yang sulung didefinisikan untuk kita dalam baris Mazmur berikutnya: la adalah "yang mahatinggi dl antara raja- raja bumi." Yang sulung di sini hanya merupakan kiasan dari "yang mahatinggi."

Tentang Yesus mengutuk pohon ara:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/117-yesus-mengutuk-pohon-ara.html?m=1

Tentang Inkarnasi Yesus:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1

Inkarnasi Yesus: CC. 100, CC. 101, CC. 102, CC. 103, CC. 117, CC. 188.
22. Antonius Widuri!

Bahasan:
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”, [dikosongkan] {AW. 2}
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Samuel 7:22
B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan di tengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah”. Mengapa kaum Kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan?

Menanggapi:
Ternyata, masalah ini persis dengan AW. 14, dimana kiyai menganggap Alkitab (dari Kejadian sampai Wahyu) adalah tulisan Yesus.

Padahal Alkitab itu ditulis oleh lebih dari 40 orang dalam waktu sekitar 1500 tahun.
Dan kitab Samuel adalah kitab yang ditulis oleh Samuel, bukan Yesus -tidak ada kitab yang ditulis oleh Tuhan Yesus dan tidak ada kitab yang diturunkan dari langit-.

Wah, mengenal asal-usul Alkitab saja sudah keliru. :D

Tanya:
Injil Yahya pasal 17 ayat 8.
B: ....Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka .....
A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapa pun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, ...

Menanggapi:
*Yohanes 17:8,
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Ini pun ada kaitannya dengan nubuat ini:

*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Segala firman (perkataan) yang di sampaikan oleh Allah telah Ia sampaikan kepada mereka, dalam hal ini perintah Allah itu telah Ia kerja dan sampaikan kepada manusia, ini sesuai dengan nubuat Allah di atas, bahwa Firman yang telah keluar dari mulut-Nya itu akan kembali kepada-Nya tanpa kesia-siaan (gagal), melainkan Firman itu akan kembali kepada-Nya dengan kesuksesan, berhasil
dalam apa yang di suruhkan kepada-Nya.
Demikian pun membuat manusia percaya, bahwa Ia adalah utusan Allah, maksudnya Ia adalah Roh Allah yang Allah utus yang tidak lain adalah Allah itu sendiri.

Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya.
Ia bisa 'mengutus' Roh-Nya yang tidak terbilang banyaknya ke mana saja dalam waktu bersamaan meski tempat berbeda.

Karena Allah, bukanlah Tuhan yang harus kerjakan ini dulu, baru bisa kerjakan itu. Atau selamatkan orang ini dulu, baru bisa selamatkan orang lain, melainkan Ia bisa mengutus Roh-Nya ke sana dan ke sini, tetapi ingat itu bukan jumlah Allah (Allah di sana + Allah di sini = 2 Allah).

Allah mengutus Roh-Nya itu, dalam berbagai misi, misalkan Roh Allah yang satu di utus ke gereja yang pasti untuk mengalirkan kasih-Nya di sana, maka dalam hal ini Roh Allah ini di suruh (di beri tugas) oleh Allah untuk suatu tugas, dan tugas-Nya itu pasti akan berhasil.

Maka, Roh Allah yang telah Allah utus ke gereja ini kembali kepada Allah dengan keberhasilan, telah menuruti dan mengerjakan apa yang disuruh oleh Allah.
Secara, bahasanya lagi-lagi antropomorfisme.

Jadi, Yohanes pasal 17 ayatnya yang ke 8 (yang juga antropomorfisme), berbicara tentang keberhasilan Yesus bahwa Ia telah mengerjakan apa yang di suruh oleh Allah, dan juga membuat manusia percaya bahwa
Ia di utus oleh Allah.

Nb:
1. Perkaya bahasan ini dengan membaca CC. 103, AW. 2; 18; 19; 20.
21. Antonius Widuri!

Bahasan:
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Injil Johanes pasal 12 ayat 45.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut
menyebutkan sebagai berikut: “Danbarang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”.
A: Pantaskah Tuhan diutus? Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus? Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus di atas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan,
melainkan utusan Tuhan.

Menanggapi:
Tuhan mengutus Tuhan, bak Tuhan mengutus Firman-Nya;

*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Yesus adalah Firman itu, dan Firman adalah Allah itu sendiri,

*Yohanes 1:1, 14,
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman
itu adalah Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran.

Disalin dari:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1

Dan kemudian, bandingkan dengan Allah mengutus Roh-Nya yang jumlahnya tidak terbilang. (CC. 103; AW. 2, 18, 19). Memakai bahasa anthropomorfisme, dan mengingatkan kita bahwa hakikatnya Allah itu satu tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, yang di dapat 'utus' ke berbagai tempat tetapi bukan berarti ada banyak Allah, dan Roh Allah itu akan berhasil dalam apa yang disuruhkan kepada-Nya.

Nb:
1. Tentang Bapa lebih besar daripada Aku, CC. 101:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
20. Antonius Widuri!

Bahasan:
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Ulangan pasal 4 ayat 39.
A: Tegas sekali, di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah. Jadi Yesus pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya
bertentangan dengan kitab sucinya
sendiri, dan bertentangan pula
dengan ajaran Yesus.

Menanggapi:
Ini sudah dijelaskan pada AW. 2 dan AW. 18
Baca juga: AW. 19.

Dan tentang:
Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.

Menanggapi:
Allah SWT sendiri juga menyebut bahwa tiada Tuhan selain Allah:

*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh AllahSWT? [-kenapa bukan: Tiada Tuhan selain Aku- (?)]

Atau, yang lebih kritis, di mana Allah SWT malah menyuruh menyembah Tuhan:

*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.

Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh Allah SWT untuk disembah? [-kenapa tidak mengatakan, "Sembahlah Aku" (?)-]

Kalau gara-gara Yesus menyuruh menyembah Allah (bukan: Sembahlah Aku) membuat kiyai ini berkesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Perasaan QS. 2:21 juga sama, Allah SWT juga menyuruh menyembah Allah.

Membuat HSH pun bisa membahasakan hal yang sama dengan yang diucapkan kiyai:
Allah SWT sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (QS. 3:2). Jadi Allah SWT pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Islam mengakui Allah SWT itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Allah SWT. (QS. 2:21).

Kembali kepada hal yang logis, Allah siapakah yang dimaksud Allah SWT selain dari diri-Nya sendiri?
Teman-teman Muslim pasti menjawab, bahwa yang di maksud Allah SWT adalah Dia sendiri.

Demikian pun halnya kepada Yesus, menyuruh menyembah Allah dan tidak lain yang dimaksud adalah Dia Sendiri.

Toh, adalah tidak mustahil untuk Tuhan menyuruh menyembah Tuhan (tanpa memakai kata Aku).

Justru asumsi kiyai ini sendiri menjadi bumerang untuk Qur'annya. [atau tidak pernah membaca Qur'annya, sampai tidak
tahu hal yang sama ini?]