Minggu, 29 Juli 2012

5. Anonius Widuri!

Bahasan:
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib (kiamat)

Menanggapi:
Baca CC. 110, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/110-yesus-tidak-maha-tahu-ia-tidak-tahu.html?m=1

Dan sekedar ilustrasi ketika Megawati masih menjadi Presiden:

Ketua Umum PDI-P yang juga Megawati, tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI {Megawati} dapat,

Nah, apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?

Tanya:
Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapa pun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali, tetapi ia mati.

Menanggapi:
Yesus datang ke dunia dalam Pengosongan Diri, Ia menjadi manusia biasa! Bahkan Ia menjadi sedikit lebih rendah daripada malaikat-Nya, kita tahu bahwa jika Allah tidak mengosongkan diri-Nya maka peristiwa Penyaliban akan nampak biasa-biasa saja, di mana Ia tidak akan mengalami Penderitaan, sebagaimana halnya korban penebus (domba, lembu, burung) yang di sembelih yang tentu akan merasakan penderitaan.

Maka seperti itu pulalah Allah dalam Karya Penyelamatan-Nya, di mana Allah adil dan konsisten (juga turut merasakan penderitaan itu):

Tentang inkarnasi Yesus, baca CC. 100; 101; 102; 103; 117; 118; 200, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1

Tanya:
"Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati"

Meanggapi:
Kematian-Nya adalah secara jasmani, maka kematian secara jasmani-Nya tidak berarti Ia lenyap. Melainkan Roh-Nya telah kembali kepada Bapa dan mengambil kunci kerajaan maut, selebihnya di CC. 193.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar