9. Antonius Widuri!
Bahasan:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung.
A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.
Menanggapi:
Hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun
dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus
membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam
menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan
bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut.
Semua yang Yesus
lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat
mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai
keselamatan kekal.
Yesus memang dicobai oleh Iblis, tetapi Ia berhasi menolak godaan itu!
Dan coba bandingkan dengan nurutnya Allah SWT atas permintaan Iblis:
*QS. 38,
79 Iblis berkata: "Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
80 Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
81 sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)".
82 Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83 kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka,
[bdk: QS. 15:39-40]
Nah, seperti gara-gara Yesus memenuhi permintaan iblis (di bawa ke
puncak gunung) membuat kiyai ini berasumsi bahwa Yesus tunduk kepada
kemauan iblis.
Lalu, bagaimana? Bagaimana dengan di izinkan atau didengarnya kemauan iblis oleh Allah Muslim ini?
Kalau gara-gara Tuhan mengizinkan atau memenuhi permintaan iblis saja
sehingga berarti Tuhan tunduk kepadanya, maka secara adil dan konsaisten
kiyai ini juga harus menganggap hal yang sama dengan di turutinya
permintaan iblis oleh Allah SWT! (Allah SWT tunduk kepada Iblis).
Tetapi, kembali kepada hal yang logis, diberi atau dipenuhi bukan
berarti bahwa Tuhan telah tunduk kepada iblis, melainkan Tuhan punya
maksud tersendiri dalam hal ini! Seperti ketika Allah mengizinkan iblis
untuk mencobai Ayub, kita tahu bahwa Allah punya maksud di sini.
Selebihnya tentang Yesus dicobai Iblis CC. 177, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/177-kemana-iblis-membawa-yesus.html?m=1
Nb:
1. Puasa selama 40 hari yang dilakukan oleh Yesus, mengingatkan kita akan apa yang
dilakukan oleh Musa, seperti yang dikatakan di kitab Keluaran:
*Keluaran 24:28,
“Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat
puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia
menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh
Firman.”
Dengan demikian, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia
adalah hukum yang baru. Hukum yang sebelumnya dituliskan dalam dua loh
batu sekarang menjadi daging; yang dulu merupakan hukum Taurat (law),
sekarang menjadi rahmat (grace). Sama seperti Musa membawa dua loh batu
kepada bangsa Israel dan menyatakan hukum Allah, maka Yesus membawa
Diri-Nya sendiri dan menyatakan hukum yang baru dalam kotbah di bukit
(lih. Mt 5), yang ditutup dengan suatu tuntutan yang terlihat tidak
mungkin, yaitu:
*Matius 5:48,
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Dan tuntutan akan kesempurnaan hanya mungkin terjadi dengan rahmat
Allah, yang tercurah dari pengorbanan Yesus sendiri di kayu salib.
Selebihnya tentang keberakhiran Taurat: CC. 99; 195, 196, 197, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar