Minggu, 29 Juli 2012

9. Antonius Widuri!

Bahasan:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung.

A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

Menanggapi:
Hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut.

Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal.

Yesus memang dicobai oleh Iblis, tetapi Ia berhasi menolak godaan itu!

Dan coba bandingkan dengan nurutnya Allah SWT atas permintaan Iblis:

*QS. 38,
79 Iblis berkata: "Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
80 Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
81 sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)".
82 Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83 kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka,
[bdk: QS. 15:39-40]

Nah, seperti gara-gara Yesus memenuhi permintaan iblis (di bawa ke puncak gunung) membuat kiyai ini berasumsi bahwa Yesus tunduk kepada kemauan iblis.
Lalu, bagaimana? Bagaimana dengan di izinkan atau didengarnya kemauan iblis oleh Allah Muslim ini?

Kalau gara-gara Tuhan mengizinkan atau memenuhi permintaan iblis saja sehingga berarti Tuhan tunduk kepadanya, maka secara adil dan konsaisten kiyai ini juga harus menganggap hal yang sama dengan di turutinya permintaan iblis oleh Allah SWT! (Allah SWT tunduk kepada Iblis).

Tetapi, kembali kepada hal yang logis, diberi atau dipenuhi bukan berarti bahwa Tuhan telah tunduk kepada iblis, melainkan Tuhan punya maksud tersendiri dalam hal ini! Seperti ketika Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub, kita tahu bahwa Allah punya maksud di sini.

Selebihnya tentang Yesus dicobai Iblis CC. 177, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/177-kemana-iblis-membawa-yesus.html?m=1

Nb:
1. Puasa selama 40 hari yang dilakukan oleh Yesus, mengingatkan kita akan apa yang
dilakukan oleh Musa, seperti yang dikatakan di kitab Keluaran:

*Keluaran 24:28,
“Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.”

Dengan demikian, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia adalah hukum yang baru. Hukum yang sebelumnya dituliskan dalam dua loh batu sekarang menjadi daging; yang dulu merupakan hukum Taurat (law), sekarang menjadi rahmat (grace). Sama seperti Musa membawa dua loh batu kepada bangsa Israel dan menyatakan hukum Allah, maka Yesus membawa Diri-Nya sendiri dan menyatakan hukum yang baru dalam kotbah di bukit (lih. Mt 5), yang ditutup dengan suatu tuntutan yang terlihat tidak mungkin, yaitu:

*Matius 5:48,
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Dan tuntutan akan kesempurnaan hanya mungkin terjadi dengan rahmat Allah, yang tercurah dari pengorbanan Yesus sendiri di kayu salib.

Selebihnya tentang keberakhiran Taurat: CC. 99; 195, 196, 197, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar