Minggu, 29 Juli 2012

11. Antonius Widuri!

Bahasan:
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Misteri Malkisedik

Menanggapi:
*Ibrani 7:3,
LAI TB, Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Sesuai nama kitabnya, kitab ini ditujukan kepada orang Ibrani.
Suatu kebiasaan orang Ibrani, mereka selalu menyertakan "silsilah" dari seseorang untuk
mengetahui asal-usul orang tersebut, perhatikan Injil Matius dan Lukas yang juga menulis silsilah Yesus Kristus. Demikian juga tiap-tiap tokoh penting Israel, senantiasa ditulis darimana ia berasal, siapa ayahnya dan/ atau siapa ibunya.

Melkisedek bukan bangsa Israel (meskipun kemungkinan besar ia orang "Sem" atau bangsa/ras "semitik"), maka ia tidak harus mempunyai kebiasaan seperti orang Israel yang menulis silsilahnya.

Melkisedek sezaman dengan Abraham sedangkan Israel adalah bangsa yang lahir dari keturunan cucu Abraham.

Dalam bahasa aslinya, tertulis:

*Ibrani 7:3,
TR, απατωρ αμητωρ αγενεαλογητος μητε αρχην ημερων μητε ζωης τελος εχων αφωμοιωμενος δε τω υιω του θεου μενει ιερευς εις το διηνεκες
Translit. interlinear apatôr {tidak berbapa} amêtôr {tidak beribu} agenealogêtos {tidak bersilsilah} mête {tidak juga} arkhên {awal} hêmerôn {hari} mête {tidak juga} zôês {hidup} telos {akhir} ekhôn {memiliki} aphômoiômenos {dijadikan sama} de {tetapi} tô huiô {Anak} tou theou {Allah} menei {tetap} hiereus {imam} eis {sampai} to diênekes {terus-menerus}

Dalam bahasa asli ditulis 'apatôr amêtôr' yaitu kata 'peter', "ayah" dan kata "meter" "ibu",
plus negatif pertikel "a" di depannya.

Hal itu tidak berarti bahwa ia tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu tetapi maksudnya adalah seorang yang "ayah dan ibunya tidak ditulis" (dalam silsilahnya).

Demikian pula istilah Yunani lain 'alogos', "tidak punya logos", diterjemahkan "tidak berakal" padahal masih punya akal.
Orang yang kurang imannya terkadang ditulis tidak beriman, 'apistos', padahal punya iman sedikit (Matius 17:20).

Jadi, 'apator' atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan 'ametor', "tidak beribu".

Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah 'ametor' karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.

Coba bandingkan dengan terjemahan "bebas" ala Alkitab dalam bahasa sehari-hari:

*Ibrani 7:3,
BIS, Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.

Selebihnya tentang ini, bisa di baca di sini: www.sarapanpagi.org/melkisedek-vt262.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar