Minggu, 29 Juli 2012

10. Antonius Widuri!

Bahasan:
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yesus pun Berdosa

A: Silahkan Saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.
A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

Menanggapi:
Sekedar bandingan:

*QS. 1,
1 Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2 Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,
3 Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4 Yang menguasai 4 hari pembalasan.
5 Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6 Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7 (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

[Alquran hanya berisi perkataan Allah SWT saja. Yang katanya turun dari langit. Demikian pun pada surah Al-Fatiah(QS. 1) di atas.]

Pertanyaan:
Apakah ayat di atas ditujukan kepada Allah SWT juga (selaku yang mengatakan/mengajarkan) atau hanya sekedarpengajaran dari monster ini kepada umat-Nya?

Dan banyak, ayat-ayat di Alquran yang bunyinya: 'Katakanlah', 'Katakanlah', 'Katakanlah', yang tujuannya sebagai pengajaran, bukan ditujukan kepada pengajarnya.

Atau tidaktahukah kiyai ini, bahwa latar belakang perikop ini tentang pengajaran Tuhan Yesus tentang bagaimana cara berdoa itu?

*Matius 6,
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Kalau saja teman-teman Muslim memaksakan bahwa apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ditujukan juga kepada Dia sendiri, maka hal yang sama akan kita perlakukan pada ayat Alquran di atas, di mana Sang Pengajar mengajarkan dan pengajaran-Nya itu ditujukan juga kepada diri-Nya sendiri.

Dan hasilnya:
Wah. Ternyata Allah SWT juga meminta untuk ditunjukan jalan yang lurus ya! :D

Nb:
1. Sebenarnya, pertanyaan dan asumsi dari kiyai ini adalah pembodohan, lihat saja hasilnya bila kita berlaku sama atas Qur'an-nya sendiri.

Yesus di sana senantiasa mengajarkan, tentang bagaimana cara berdoa, sama seperti surah Alquran di atas di mana Allah SWT sedang mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya dan itu bukan ditujukan kepada-Nya.

Hal ini sangat mudah dipahami, masalahnya hanya ada dari apa tujuan mereka (mencari kesalahan iman Kristen). Tetapi tidak menyadari bahwa ada banyak kaca (bandingan) yang bisa dipampangkan di depan muka mereka.

Tetapi itu bukanlah alasan untuk kita membenci mereka, sebab yang berkenan dihati Yesus bahwa tetaplah mengasihi:

*Matius 5:44,
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Segala bandingan dan ilustrasi yang HSH berikan supaya lebih mudah dipahami, dan lebih lagi tentang bandingan: menanyakan hal yang sama kepada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar