Minggu, 29 Juli 2012

16. Antonius Widuri!

Bahasan:
Yesus Adalah Utusan (Rasul) Tuhan,
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Baca dramanya lebih lengkap di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/3-dialog-muslim-kristen-malam-ketiga.html?m=1

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yesus anak manusia, Matius 1:16

Menanggapi:
Yesus Anak Allah:

*Markus 3:11,
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."

*Matius 16:16,
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

*Yohanes 1:34,
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.

Yesus Anak Manusia:

*Markus 10:45,
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

*Wahyu 14:14,
Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

*Yohanes 5:27,
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

Dan masih banyak bukti lagi, bahwa Ia adalah Anak Allah dan Anak Manusia.

Ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.

Yesus adalah Anak Allah dan Anak Manusia. Tetapi kita harus tetap tidak mengartikannya secara kelahiran: Allah memperistri dan memperanak Yesus.

Istilah ini, sama seperti 'Anak Sungai' atau 'Anak Kunci' yang tidak bermakna kelahiran (kunci kawin, dan memperanak kunci lagi), seperti yang dipikirkan oleh bapak kiyai.

Melainkan Ia adalah Anak Allah, lebih detailnya lagi, Ia adalah Anak Tunggal Allah:

*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Maksudnya, hanya Dia saja (tunggal) Manusia yang Roh Allah itu hidup di dalam-Nya.

Kita pun bisa di sebut anak-anak Allah:

*Matius 5:9,
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Bedanya Yesus Anak Tunggal Allah, di mana Roh Allah itu hidup di dalam-Nya, sedangkan kita di pimpin oleh Roh Allah.
Dan status kita sbg anak-anak Allah tidak berarti bahwa kita bukan anak orangtua lagi, karena ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.

Yesus juga memang adalah Anak Manusia, maksudnya hanya Yesus saja Anak Manusia -sebab hanya Dia yang tidak ternodai oleh dosa-, sedangkan manusia berdosa adalah binatang -sebab manusia tidak hidup sebagaimana yang diperintahkan Allah-:

*Daniel 7,
11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.
13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, .......

Binatang yang dimaksud adalah manusia berdosa (begitu pun yang dimaksud kitab Wahyu), bukan binatang diartikan secara kelahiran, sedangkan Anak Manusia adalah Yesus, ini adalah penggenapan dari nas ini:

*Matius 28:18,
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. [bdk: Dan. 7:14]

Dimana setelah Yesus selesai atas semua tugas-Nya (Yes. 55:11), Ia akan kembali kepada Bapa, dan Anak Manusia ini akan diberikan Takhta Kerajaan Daud. Bdk: CC. 210.
Bahkan Ia diberikan [hurufiah:kembali] menjadi penguasa di dunia dan di sorga. (Alquran juga sepakat: QS. 3:45).

Jadi, asumsi kiyai di sinetron ini senantiasa terjadi oleh kekeliruan kiyai memahami arti 'Anak Allah' yang dipaksakan bermakna kelahiran (Allah memperistri dan
memperanak), tetapi kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para penganutnya:

*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,

Padahal Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menikah dan lalu memperanak Yesus, melainkan berupa kiasan.

Bdk: AW. 1, 6, 13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar