Minggu, 29 Juli 2012

22. Antonius Widuri!

Bahasan:
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”, [dikosongkan] {AW. 2}
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Samuel 7:22
B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan di tengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah”. Mengapa kaum Kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan?

Menanggapi:
Ternyata, masalah ini persis dengan AW. 14, dimana kiyai menganggap Alkitab (dari Kejadian sampai Wahyu) adalah tulisan Yesus.

Padahal Alkitab itu ditulis oleh lebih dari 40 orang dalam waktu sekitar 1500 tahun.
Dan kitab Samuel adalah kitab yang ditulis oleh Samuel, bukan Yesus -tidak ada kitab yang ditulis oleh Tuhan Yesus dan tidak ada kitab yang diturunkan dari langit-.

Wah, mengenal asal-usul Alkitab saja sudah keliru. :D

Tanya:
Injil Yahya pasal 17 ayat 8.
B: ....Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka .....
A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapa pun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, ...

Menanggapi:
*Yohanes 17:8,
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Ini pun ada kaitannya dengan nubuat ini:

*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Segala firman (perkataan) yang di sampaikan oleh Allah telah Ia sampaikan kepada mereka, dalam hal ini perintah Allah itu telah Ia kerja dan sampaikan kepada manusia, ini sesuai dengan nubuat Allah di atas, bahwa Firman yang telah keluar dari mulut-Nya itu akan kembali kepada-Nya tanpa kesia-siaan (gagal), melainkan Firman itu akan kembali kepada-Nya dengan kesuksesan, berhasil
dalam apa yang di suruhkan kepada-Nya.
Demikian pun membuat manusia percaya, bahwa Ia adalah utusan Allah, maksudnya Ia adalah Roh Allah yang Allah utus yang tidak lain adalah Allah itu sendiri.

Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya.
Ia bisa 'mengutus' Roh-Nya yang tidak terbilang banyaknya ke mana saja dalam waktu bersamaan meski tempat berbeda.

Karena Allah, bukanlah Tuhan yang harus kerjakan ini dulu, baru bisa kerjakan itu. Atau selamatkan orang ini dulu, baru bisa selamatkan orang lain, melainkan Ia bisa mengutus Roh-Nya ke sana dan ke sini, tetapi ingat itu bukan jumlah Allah (Allah di sana + Allah di sini = 2 Allah).

Allah mengutus Roh-Nya itu, dalam berbagai misi, misalkan Roh Allah yang satu di utus ke gereja yang pasti untuk mengalirkan kasih-Nya di sana, maka dalam hal ini Roh Allah ini di suruh (di beri tugas) oleh Allah untuk suatu tugas, dan tugas-Nya itu pasti akan berhasil.

Maka, Roh Allah yang telah Allah utus ke gereja ini kembali kepada Allah dengan keberhasilan, telah menuruti dan mengerjakan apa yang disuruh oleh Allah.
Secara, bahasanya lagi-lagi antropomorfisme.

Jadi, Yohanes pasal 17 ayatnya yang ke 8 (yang juga antropomorfisme), berbicara tentang keberhasilan Yesus bahwa Ia telah mengerjakan apa yang di suruh oleh Allah, dan juga membuat manusia percaya bahwa
Ia di utus oleh Allah.

Nb:
1. Perkaya bahasan ini dengan membaca CC. 103, AW. 2; 18; 19; 20.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar