23. Antonius Widuri! (ending malam ketiga)
Bahasan:
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 20}
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 16}
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible, [dikosongkan]
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya
dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG”
yang disebutkan dalam Bible?
A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya
ulangi, di Injil ada menyebutkan
bahwa:
1. Daud anak Allah yang sulung
(Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah anak Allah
yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat
22 dan 23)
3. Afraim adalah anak Allah yang
Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Menanggapi:
Tentang Israel atau Efraim: Anak Sulung Allah, CC. 25, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/04/25.html?m=1
Tentang Daud, Anak Sulung Allah;
Dalam Keluaran 4:22 dan Yeremia 31 :9, Israel disebut sebagai "anak
sulung" Allah, dan dalam Mazmur 89:27, Daud sang raja disebut sebagai
"anak sulung Allah, yang mahatinggi di antara raja-raja bumi."
Dalam kedua penggunaan istilah di atas tidak terkandung pengertian "yang
pertama dalam satu seri" atau "yang pertama dilahirkan."
Dalam
kaitan dengan Israel, pengangkatan menunjukkan kepentingan dan
keunikan. Allah memilih Israel sebagai umat-Nya yang khusus untuk tujuan
penebusan. la mengasihi Israel dengan kasih yang khusus seperti yang
dialami orang tua ketika anak pertamanya lahir (Iihat Hosea 11:1).
Dalam kaitan dengan Daud, istilah yang sulung didefinisikan untuk kita
dalam baris Mazmur berikutnya: la adalah "yang mahatinggi dl antara
raja- raja bumi." Yang sulung di sini hanya merupakan kiasan dari "yang
mahatinggi."
Tentang Yesus mengutuk pohon ara:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/117-yesus-mengutuk-pohon-ara.html?m=1
Tentang Inkarnasi Yesus:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
Inkarnasi Yesus: CC. 100, CC. 101, CC. 102, CC. 103, CC. 117, CC. 188.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar