Minggu, 29 Juli 2012

26. Antonius Widuri! (ending malam kelima)

Bahasan:
Hadits Sahih Bukhary-Muslim yang Bertentangan Dengan Al-Quran?,
Pengakuan Dosa = Membeli Ampunan dari Rahib?,

Tanggapan:
Kiyai said:
dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain.

Menanggapi:
Lalu, bagaimana dgn ayat-ayat ini:

*QS 53:38,
(yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

*QS 6:164,
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, padahal Dia adalah Rabb bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Rabbmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".

*QS. 35:18,
Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Rabb-nya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).

Dan lain-lain.

Di atas dikatakan, bahwa orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain,
Kalau orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain, bagaimana dgn seorang yang tidak memiliki dosa?

Isa adalah satu-satunya Anak Manusia, sebab Ia tidak mengenal dosa, bahkan Alquran mencap diri-Nya sebagai manusia sempurna (QS. 19:17).

Tetapi, intinya atas ketiga ayat di atas, telah menegaskan bahwa ada peluang untuk orang memikul dosa.

Berarti pernyataan kiyai Bahaudin ini sungguh-sungguh menyerang qur'annya sendiri!

Tentang Surat Pengampunan Dosa yang diperdagangkan,

Seperti halnya kiyai mengatakan:
Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri,

Demikian pun HSH dalam menanggapi masalah ini.

"Semua agama mengajarkan moralitas, tetapi apakah moralitas itu selalu dijunjung tinggi oleh para penganutnya? ... Tergantung
orangnya, bukan?!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar