26. Antonius Widuri! (ending malam kelima)
Bahasan:
Hadits Sahih Bukhary-Muslim yang Bertentangan Dengan Al-Quran?,
Pengakuan Dosa = Membeli Ampunan dari Rahib?,
Tanggapan:
Kiyai said:
dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain.
Menanggapi:
Lalu, bagaimana dgn ayat-ayat ini:
*QS 53:38,
(yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
*QS 6:164,
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, padahal Dia
adalah Rabb bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa
melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang
yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada
Rabbmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu
perselisihkan".
*QS. 35:18,
Dan orang-orang yang berdosa
tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat
dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan
dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilya itu) kaum
kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya
orang-orang yang takut kepada azab Rabb-nya (sekalipun) mereka tidak
melihat-Nya dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang
mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan
dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).
Dan lain-lain.
Di atas dikatakan, bahwa orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain,
Kalau orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain, bagaimana dgn seorang yang tidak memiliki dosa?
Isa adalah satu-satunya Anak Manusia, sebab Ia tidak mengenal dosa,
bahkan Alquran mencap diri-Nya sebagai manusia sempurna (QS. 19:17).
Tetapi, intinya atas ketiga ayat di atas, telah menegaskan bahwa ada peluang untuk orang memikul dosa.
Berarti pernyataan kiyai Bahaudin ini sungguh-sungguh menyerang qur'annya sendiri!
Tentang Surat Pengampunan Dosa yang diperdagangkan,
Seperti halnya kiyai mengatakan:
Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri,
Demikian pun HSH dalam menanggapi masalah ini.
"Semua agama mengajarkan moralitas, tetapi apakah moralitas itu selalu dijunjung tinggi oleh para penganutnya? ... Tergantung
orangnya, bukan?!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar