Minggu, 29 Juli 2012

13. Antonius Widuri!

Tanya:
Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke-Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita pun tidak mungkin menodai ke-Esa-an Tuhan.

Menanggapi:
Tuh, kiyai betul-betul mengartikan secara kelahirankan? :D

Bapak sungai mana bapak sungai?

Kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para
penganutnya:

*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan,

Padahal kata 'Anak Allah', sama seperti kata 'Anak Kunci', 'Anak Sungai', 'Anak Emas' ...yang berbau kiasan, bukan kelahiran (hurufiah).
Selanjutnya, di AW. 1 dan 6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar