Minggu, 29 Juli 2012

19. Antonius Widuri!

Bahasan:
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yohanes 5:30
“Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.

Menanggapi:
bandingkan:

*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Bahasa yang digunakan, lagi-lagi bahasa antropomorfisme (berbicara dalam bentuk manusia, lebih mudahdipahami, diseolahkan, dll) atau sebut saja kiasan atau bahasa yang tidak bermakna sebenarnya, atau yang bisa dipahami dengan bimbingan Roh Kudus atau lebih tinggi lagi. [Sudah sering dibahas di CC dan pernah juga di AW].

Tentang Yesaya di atas,

*Yesaya 55:11,
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:"

Dikatakan bahwa Firman itu telah keluar dari mulut Allah,
atau bisa dibahasakan begini, bahwa hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke mana saja dalam jumlah yang tidak terbilang (maksudnya: Roh-Nya bisa ada di sana, di sini, di situ, dll).

Itulah kemudian manusia merumuskan sifat Allah, bahwa:

'Tuhan senantiasa tidak terikat oleh Ruang dan Waktu'.

Dan (seperti) Tritunggal, ('Roh Allah yang ada di sana dan di sini') bukan mengenai jumlah Allah (maksud: di sini ada Roh Allah + di sana ada Roh Allah + di mana-mana ada Roh Allah = 500 ribu Allah), melainkan mengenai keberadaan Allah yang Esa tiada terbilang (kembali: Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Ia bisa nampak dalam banyak tempat atau mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat. -Lihat, saya memakai kata 'utus' -mengutusRoh-Nya- terlihat lebih mudah dipahamikan?-) dan satu tiada bandingan itu.
[bisa di baca ulang, tanpa membaca yang ditanda kurungi].

Nah, kita sudah memahami 'Roh Allah yang banyaknya tidak terbilang' dan bisa di utus ke mana-mana.

"ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia"

Betul, bahwa Roh yang Allah utus tidak akan kembali kepada-Nya dengan kesia-siaan.
Maksudnya: Roh Allah yang Allah utus untuk menyelamatkan si Anu, tidak akan gagal.

"tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

Roh Allah itu hanya akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki, dan Roh Allah itu akan berhasil dalam apa yang Allah suruh kepada-Nya.
{Melalui perkataan ini (antropomorfisme), kita melihat kayaknya Roh Allah itu utusan atau seperti bukan Allah (karena di suruh-suruh oleh Allah).
Tetapi kita harus ingat, bahwa Allah memakai bahasa yang mudah kita pahami (antropomorfisme).

Karena apa bedanya 'Roh Allah' yang Allah utus yang keluar dari mulut-Nya (diri-Nya) dengan Allah sendiri?} [1]

Kalian pasti setuju, bahwa Roh-Roh Allah yang di utus-Nya ke dunia untuk menyelamatkan manusia adalah Allah itu sendiri, dan bukan berarti bahwa pada saat itu ada banyak Allah.

Note:
Yes. 55 di atas adalah nubuat kedatangan Firman Allah (Yesus), dan Firman itu adalah Allah, yang menjadi manusia. (Yoh. 1:1, 14)
Tetapi nas di atas berlaku juga dengan ketika Allah mengutus Roh-Nya -Roh itu juga akan berhasil dalam apa yang disuruhkan Allah kepada-Nya-.

Sekarang kita kembali kepada persoalan;

*Yohanes 5:30,
Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.

Kemungkinan, semuanya sudah memahami perkataan dari Firman Allah (Yesus) ini yang juga memakai bahasa antropomorfisme, yang sudah kita bandingkan dengan nubuat-Nya (Yes. 55:11).

Bahwa Firman yang di utus dan telah menjadi Manusia itu melakukan apa saja yang di suruh (di perintahkan) oleh Allah. Dan bahwa Firman itu adalah Allah.
Hal ini (melakukan apa yang diperintahkan Allah) dilakukan juga oleh semua Roh Allah yang Allah utus ke dunia.

Dan justru, ayat ini membuktikan bahwa Yesus tidak lain adalah Roh Allah yang menjadi Manusia dan diberi gelar sbg Firman, dan adalah Allah itu sendiri.
Yesus (Roh Allah ini) di utus ke dunia atas suatu misi (perintah) dan pasti akan melaksanakannya dan berhasil (Yes. 55:11). Kemudian ulangi membaca [1].

Nb:
1. AW. 18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar