18. Antonius Widuri!
Bahasan:
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29.
B: Di sini menyebutkan: “Maka jawab
Yesus kepadanya: “Hukum yang
terutama inilah: dengarlah olehmu hai
Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah
Tuhan Yang Esa”.
A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya
satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan
sebagaimana telah saya terangkan.........
Menanggapi:
Baca CC. 103, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan
di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandingan
itu.
Ilustrasi,
Ketika saya di sini dan anda di sana,
apakah mustahil untuk Tuhan menampakan diri (pada saya di sini dan anda
di sana) dalam waktu yang bersamaan meski tempat berbeda?
"Tuhan senantiasa tidak terikat oleh ruang dan waktu"
Jadi, keberadaan Allah sebagai Yesus tidak berarti Ia tidak bisa mengatur alam semesta
atau bepergian ke tempat lain!
Roh Allah tidaklah terbatas, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
Saya memakai kata 'utus' sebagai bahasa 'antropomorfisme' supaya lebih mudah dipahami.
Kalau ada yang menanyakan tentang siapa pengatur semesta alam semasa Allah menjadi
manusia Yesus, maka Ia sendiri sudah
merubuhkan pernyataan bahwa Tuhan tidak
terikat oleh ruang dan waktu atau
meragukannya.
Di mana daripandangan mereka bahwa allah
itu nampaknya cuma satu, ia hanya bisa fokus
kepada satu pekerjaan saja.
Tetapi bagi kita adalah 'Allah tidak terikat oleh
ruang dan waktu', penginkarnasian-Nya tidak
berarti bahwa Ia tidak bisa mengutus Roh-
Nya ke tempat lain.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu
yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengirim Roh-Nya ke berbagai tempat.
TUHAN bisa fokus kepada beberapa persoalan
dan melayani serta hadir pada tiap-tiap orang
meski tempatnya saling berbeda, karena Roh-
Nya tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari
mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku
dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan
apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman Allah, yang telah Allah
utus ke dunia. Dan ditegaskan bahwa Firman
yang telah keluar dari mulut Allah itu adalah
Allah sendiri. (Yoh. 1:1)
Dan kalau ada teman-teman Muslim
mengajukan ayat di mana Yesus menyuruh
menyembah Tuhan, coba bandingkan dengan
dimana Allah SWT yang juga menyuruh
menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa.
{Diceritakan bahwa Kitab Suci Alquran adalah
kitab suci yang hanya dikarang oleh Allah SWT
saja, dan tidak ada mahluk-mahluk alien
sejenis selain-Nya yang turut berkarya dalam
drama mini seri ini.}
Pertanyaan:
Siapakah 'Rabb-mu' yang dimaksud oleh Allah
SWT supaya disembah?
Atau yang ini;
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah)
melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus
menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa lagikah 'Allah' yang dimaksud oleh Allah
SWT?
{ref: QS.
2:5;9;10;15;20;26;30;105;139;255;284;3:2;6}
Yang pasti umat Muslim akan segera setuju,
bahwa adalah tidak Mustahil untuk Tuhan
menyuruh menyembah diri-Nya sendiri tanpa
memakai kata 'Aku', demikian pun halnya
kepada Kristus.
Di salin dari:
CC. 103 dan AW. 2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar