Minggu, 29 Juli 2012

3. Antonius Widuri!

Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),

Menanggapi:
Baca CC. 107, 160, 180, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/107-kedatangan-yesus-untuk-disalib.html?m=1

"Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib? Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa."

Melalui ungkapan itu (Eli, Eli ...), tidak ada sama sekali pernyataan bahwa Ia sedang minta tolong kepada Bapa supaya dilepaskan, melainkan oleh keterpisahan-Nya.

Penebusan-Nya sendiri telah dinubuatkan (Yes. 53).

Dan secara berkali-kali Ia menginformasikan:

*Matius 20:28,
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

*Yohanes 12:24,
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Dan Yesus sebenarnya mengutip ayat dalam kitab Mazmur,

*Mazmur 22:2,
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.

Yang seringkali dinyanyikan oleh orang Yahudi dikala sedih.
Orang Indonesia juga sering menyanyikan lagu ketika sedih.

Dan jelas sekali bahwa Yesus satu dengan Bapa:

*Yohanes 10:30,
Aku dan Bapa adalah satu.

Diperkuat dengan:

*Yohanes 14:7, 9,
Sekiranya kamu menyenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.

Selanjutnya, di CC. 102.

Bahkan Alquran pun sepakat atas kesatuan Tuhan:

*QS. 29:46,
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim diantara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Ilah kami dan Ilahmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".

Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu?
Bedakan 'satu' dengan 'sama'.
Satu terkesan dinyatakan atas jamaknya oknum, sedangkan 'sama' usaha untuk menyatakan oknum dari orang satu yang ternyata oknum yang sama dengan oknum dari orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar