26. Antonius Widuri! (ending malam kelima)
Bahasan:
Hadits Sahih Bukhary-Muslim yang Bertentangan Dengan Al-Quran?,
Pengakuan Dosa = Membeli Ampunan dari Rahib?,
Tanggapan:
Kiyai said:
dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain.
Menanggapi:
Lalu, bagaimana dgn ayat-ayat ini:
*QS 53:38,
(yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
*QS 6:164,
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, padahal Dia
adalah Rabb bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa
melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang
yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada
Rabbmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu
perselisihkan".
*QS. 35:18,
Dan orang-orang yang berdosa
tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat
dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan
dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilya itu) kaum
kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya
orang-orang yang takut kepada azab Rabb-nya (sekalipun) mereka tidak
melihat-Nya dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang
mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan
dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).
Dan lain-lain.
Di atas dikatakan, bahwa orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain,
Kalau orang berdosa tidak dapat memikul dosa oranglain, bagaimana dgn seorang yang tidak memiliki dosa?
Isa adalah satu-satunya Anak Manusia, sebab Ia tidak mengenal dosa,
bahkan Alquran mencap diri-Nya sebagai manusia sempurna (QS. 19:17).
Tetapi, intinya atas ketiga ayat di atas, telah menegaskan bahwa ada peluang untuk orang memikul dosa.
Berarti pernyataan kiyai Bahaudin ini sungguh-sungguh menyerang qur'annya sendiri!
Tentang Surat Pengampunan Dosa yang diperdagangkan,
Seperti halnya kiyai mengatakan:
Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri,
Demikian pun HSH dalam menanggapi masalah ini.
"Semua agama mengajarkan moralitas, tetapi apakah moralitas itu selalu dijunjung tinggi oleh para penganutnya? ... Tergantung
orangnya, bukan?!"
Minggu, 29 Juli 2012
25. Antonius Widuri!
Bahasan:
Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Dijemur Pada Kayu,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Galatia 3:13
Menanggapi:
*Galatia 3:13,
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung dikayu salib!"
Memang benar, bahwa digantung dikayu
salib adalah hal yang terkutuk, sesuai dengan
Pentateuch Musa:
*Ulangan 21,
22 "Apabila seseorang berbuat dosa yang
sepadan dengan hukuman mati, lalu ia
dihukum mati, kemudian kaugantung dia
pada sebuah tiang,
23 maka janganlah mayatnya dibiarkan
semalam-malaman pada tiang itu, tetapi
haruslah engkau menguburkan dia pada hari
itu juga, sebab seorang yang digantung
terkutuk oleh Allah; janganlah engkau
menajiskan tanah yang diberikan TUHAN,
Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."
Dan justru di sinilah kita melihat, betapa
besarnya pengorbanan Kristus itu, hukum
Taurat adalah peraturan yang kalau dilanggar
membuat orang terkutuk, dan Yesus sama sekali
tidak melanggar Taurat melainkan Dialah
yang menggenapinya [melakukan semuanya].
Tetapi Dia menjadikan diri-Nya sebagai orang
yang terkutuk, demi menebus dosa manusia.
(Yes. 53). Yaitu, dengan cara disalib. Dan dalam nas ini, Paulus menunjukkan
betapa besarnya pengorbanan Kristus,
sehingga rela menjadi kutuk karena kita:
*14,
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di
dalam Dia berkat Abraham sampai kepada
bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita
menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Nb:
1. Umat Allah adalah umat sacramental, yang
mengajarkan penebusan dosa melalui adanya
korban, korban itu berupa domba, lembu, dll
yang bakal disembelih, dan tanpa
penumpahan darah itu, tidak ada
pengampunan (Ibr. 9:22). Manusia berdosa
kepada Allah maka Allahlah yang membuat
peraturan pengampunan itu. Dan demikianlah
Allah membuat peraturan penebusan dosa, di
mana harus ada korban yang dilakukan
setiap kali pengampunan.
Latarbelakangnya,
pertama, ketika Adam dan Hawa jatuh ke
dalam dosa, Allah membunuh hewan untuk menggunakan kulitnya sebagai baju Adam dan Hawa, di sini kita melihat
bahwa meski pun perintah-Nya telah
dilanggar namun Allah tetap mengasihi
mereka, tetapi Allah pun adil sehingga Adam
dan Hawa mati (secara rohani) dan di usir
dari taman Eden. Sebab Allah tidak kompromi
terhadap dosa, inilah alasan pertamanya, bahwa ada darah yang tercurah saat
peristiwa kejatuhan Adam ke dalam dosa.
Kedua, ada korban Habel yang diterima.
Bukti pelaksanaan sacrament ini, bisa dilihat
dari persembahan Nuh kepada Allah ketika air
bah surut sebagai tanda perdamaian (Kej.
8:20). Pun aturannya ada di kitab para Imam,
dari Imamat 1-7.
Penebusan ini tentu merugikan, sebab harus
mengorbankan hewan yang mengeluarkan
duit. Karenanya, manusia pasti sungkan
untuk melakukan dosa.
Tetapi, sacrament yang digunakan oleh umat PL itu hanya bayang-bayang saja, menanti kedatangan penebus yang sebenarnya.
Penebusan-Nya hanya sekali tetapi untuk
selamanya (Ibr. 10).
Penebusnya adalah Allah itu sendiri (Yes.
43:22-25). Yang telah menjadi Manusia (Yes.
43:10). [bdk: AW. 8]
Allah konsisten dalam ketetapan-Nya itu,
maksudnya Allah tidak curang atau
meringankan trik penebusan itu.
Hewan-hewan yang dikorbankan pernah,
pasti merasa sakit, menderita dan lain-lain, di
sinilah Allah juga harus merasakan hal yang
sama. Dengan cara mengosongkan diri-Nya
(Flp. 2:7). Sebab tanpa pengosongan diri, Allah
dengan Kuasa Ilahi-Nya tidak akan merasa
sakit sedikit pun.
Ia ke dunia dalam rupa manusia, sebab orang
Israel tidak menerima rupa Allah dalam PL
yang dalam bentuk api, awan dan tiang-tiang.
Allah pun tidak memilih menjadi binatang,
karena binatang kedudukannya lebih rendah
dari manusia yang merupakan ciptaan Tuhan
yang paling mulia. Tetapi Allah menjadi
keturunan Adam dan Hawa,
Pada peristiwa kejatuhan Adam, Allah mulai
bernubuat dan ini adalah nubuat Allah yang
pertama ketika kejatuhan itu, yaitu menjanjika 'Mesias'.
Mesias inilah yang akan mengalahkan Ular
(Iblis):
*Kejadian 3:15,
.....keturunannya akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Keturunannya (akhirnya Yesus) akan
meremukkan kepala ular (mengalahkan total),
tetapi ular itu akan meremukkan tumitnya
(membuatnya berdarah, salib).
Nampak sejak awal telah Allah janjikan
seorang Mesias.
Bahasan:
Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Dijemur Pada Kayu,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Galatia 3:13
Menanggapi:
*Galatia 3:13,
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung dikayu salib!"
Memang benar, bahwa digantung dikayu
salib adalah hal yang terkutuk, sesuai dengan
Pentateuch Musa:
*Ulangan 21,
22 "Apabila seseorang berbuat dosa yang
sepadan dengan hukuman mati, lalu ia
dihukum mati, kemudian kaugantung dia
pada sebuah tiang,
23 maka janganlah mayatnya dibiarkan
semalam-malaman pada tiang itu, tetapi
haruslah engkau menguburkan dia pada hari
itu juga, sebab seorang yang digantung
terkutuk oleh Allah; janganlah engkau
menajiskan tanah yang diberikan TUHAN,
Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."
Dan justru di sinilah kita melihat, betapa
besarnya pengorbanan Kristus itu, hukum
Taurat adalah peraturan yang kalau dilanggar
membuat orang terkutuk, dan Yesus sama sekali
tidak melanggar Taurat melainkan Dialah
yang menggenapinya [melakukan semuanya].
Tetapi Dia menjadikan diri-Nya sebagai orang
yang terkutuk, demi menebus dosa manusia.
(Yes. 53). Yaitu, dengan cara disalib. Dan dalam nas ini, Paulus menunjukkan
betapa besarnya pengorbanan Kristus,
sehingga rela menjadi kutuk karena kita:
*14,
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di
dalam Dia berkat Abraham sampai kepada
bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita
menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Nb:
1. Umat Allah adalah umat sacramental, yang
mengajarkan penebusan dosa melalui adanya
korban, korban itu berupa domba, lembu, dll
yang bakal disembelih, dan tanpa
penumpahan darah itu, tidak ada
pengampunan (Ibr. 9:22). Manusia berdosa
kepada Allah maka Allahlah yang membuat
peraturan pengampunan itu. Dan demikianlah
Allah membuat peraturan penebusan dosa, di
mana harus ada korban yang dilakukan
setiap kali pengampunan.
Latarbelakangnya,
pertama, ketika Adam dan Hawa jatuh ke
dalam dosa, Allah membunuh hewan untuk menggunakan kulitnya sebagai baju Adam dan Hawa, di sini kita melihat
bahwa meski pun perintah-Nya telah
dilanggar namun Allah tetap mengasihi
mereka, tetapi Allah pun adil sehingga Adam
dan Hawa mati (secara rohani) dan di usir
dari taman Eden. Sebab Allah tidak kompromi
terhadap dosa, inilah alasan pertamanya, bahwa ada darah yang tercurah saat
peristiwa kejatuhan Adam ke dalam dosa.
Kedua, ada korban Habel yang diterima.
Bukti pelaksanaan sacrament ini, bisa dilihat
dari persembahan Nuh kepada Allah ketika air
bah surut sebagai tanda perdamaian (Kej.
8:20). Pun aturannya ada di kitab para Imam,
dari Imamat 1-7.
Penebusan ini tentu merugikan, sebab harus
mengorbankan hewan yang mengeluarkan
duit. Karenanya, manusia pasti sungkan
untuk melakukan dosa.
Tetapi, sacrament yang digunakan oleh umat PL itu hanya bayang-bayang saja, menanti kedatangan penebus yang sebenarnya.
Penebusan-Nya hanya sekali tetapi untuk
selamanya (Ibr. 10).
Penebusnya adalah Allah itu sendiri (Yes.
43:22-25). Yang telah menjadi Manusia (Yes.
43:10). [bdk: AW. 8]
Allah konsisten dalam ketetapan-Nya itu,
maksudnya Allah tidak curang atau
meringankan trik penebusan itu.
Hewan-hewan yang dikorbankan pernah,
pasti merasa sakit, menderita dan lain-lain, di
sinilah Allah juga harus merasakan hal yang
sama. Dengan cara mengosongkan diri-Nya
(Flp. 2:7). Sebab tanpa pengosongan diri, Allah
dengan Kuasa Ilahi-Nya tidak akan merasa
sakit sedikit pun.
Ia ke dunia dalam rupa manusia, sebab orang
Israel tidak menerima rupa Allah dalam PL
yang dalam bentuk api, awan dan tiang-tiang.
Allah pun tidak memilih menjadi binatang,
karena binatang kedudukannya lebih rendah
dari manusia yang merupakan ciptaan Tuhan
yang paling mulia. Tetapi Allah menjadi
keturunan Adam dan Hawa,
Pada peristiwa kejatuhan Adam, Allah mulai
bernubuat dan ini adalah nubuat Allah yang
pertama ketika kejatuhan itu, yaitu menjanjika 'Mesias'.
Mesias inilah yang akan mengalahkan Ular
(Iblis):
*Kejadian 3:15,
.....keturunannya akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Keturunannya (akhirnya Yesus) akan
meremukkan kepala ular (mengalahkan total),
tetapi ular itu akan meremukkan tumitnya
(membuatnya berdarah, salib).
Nampak sejak awal telah Allah janjikan
seorang Mesias.
24. Antonius Widuri!
Bahasan:
Yesus Penebus Dosa,
Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja (Tidak Untuk Semua Ummat Manusia),
Yesus Berteriak Dengan Suara Nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani”,
Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Tergantung Pada Kayu,
Baca dramanya, di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/4-dialog-muslim-kristen-malam-keempat.html?m=1
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja (Tidak Untuk Semua Ummat Manusia)
Menanggapi:
Bisa dibaca di sini:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/112-injil-untuk-orang-israel-atau-semua.html?m=1
Yesus mengatakan Dia di utus hanya untuk orang Israel, maksudnya, bahwa kedatangan-Nya ke dunia tidak berkhotbah atau melayani ke negeri lain. Melainkan hanya di Israel saja artiannya ini adalah misi pertama-Nya, tetapi, pemberitaan-Nya itu tuh yang untuk seluruh bangsa.
Di mana Ia mengabarkan Kabar Gembira (Injil) kepada Israel dulu, yang akhirnya untuk seluruh bangsa (CC. 112).
Ia sendiri pun mengakui bahwa ada domba lain (bangsalain) di kandang lain (di negeri lain):
*Yohanes 10:16,
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; doma-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Secara Muhammad juga sebenarnya di utus hanya untuk orang Arab saja, maksudnya bahwa ia mengajar dan memberitakan kutukan, perang dan ancaman serta grandprize 72 bidadari untuk pria tua dan muda bagi siapa saja yang lolos masuk ke surga Muslim nanti, pada saat itu di negeri Arab saja (tidak ke Indonesia, China, Brazil dll).
Tetapi, kabar mengerikannya itu tuh yang berlaku untuk seluruh dunia.
(Jadi, Jangan gara-gara Mamad berkhutbah di Arab saja berarti bahwa Mamad untuk orang Arab saja, melainkan pemberitaannya saat ia di dunia di negeri di mana ia berada saja, masa langsung nyasar di Indonesia, demikian halnya untuk Yesus, Ia datang ke dunia hanya di utus untuk orang Israel maksudnya bahwa Ia ke dunia berkhotbah hanya di Israel tidak keluar dari negeri itu, tetapi ajaran-Nya berlaku untuk seluruh bangsa).
Kenapa harus Israel dulu?
Karena Israel adalah Anak Sulung Allah [tidak bermakna kelahiran - hurufiah]; selain itu Israel memang sudah dari sononya dilebihkan oleh TUHAN, bahkan Alquran pun mengangguk iya untuk itu (QS. 2:47, 122).
Selebihnya, dapat di baca di CC. 112.
~SB~
Bahasan:
Yesus Penebus Dosa,
Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja (Tidak Untuk Semua Ummat Manusia),
Yesus Berteriak Dengan Suara Nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani”,
Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Tergantung Pada Kayu,
Baca dramanya, di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/4-dialog-muslim-kristen-malam-keempat.html?m=1
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja (Tidak Untuk Semua Ummat Manusia)
Menanggapi:
Bisa dibaca di sini:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/112-injil-untuk-orang-israel-atau-semua.html?m=1
Yesus mengatakan Dia di utus hanya untuk orang Israel, maksudnya, bahwa kedatangan-Nya ke dunia tidak berkhotbah atau melayani ke negeri lain. Melainkan hanya di Israel saja artiannya ini adalah misi pertama-Nya, tetapi, pemberitaan-Nya itu tuh yang untuk seluruh bangsa.
Di mana Ia mengabarkan Kabar Gembira (Injil) kepada Israel dulu, yang akhirnya untuk seluruh bangsa (CC. 112).
Ia sendiri pun mengakui bahwa ada domba lain (bangsalain) di kandang lain (di negeri lain):
*Yohanes 10:16,
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; doma-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Secara Muhammad juga sebenarnya di utus hanya untuk orang Arab saja, maksudnya bahwa ia mengajar dan memberitakan kutukan, perang dan ancaman serta grandprize 72 bidadari untuk pria tua dan muda bagi siapa saja yang lolos masuk ke surga Muslim nanti, pada saat itu di negeri Arab saja (tidak ke Indonesia, China, Brazil dll).
Tetapi, kabar mengerikannya itu tuh yang berlaku untuk seluruh dunia.
(Jadi, Jangan gara-gara Mamad berkhutbah di Arab saja berarti bahwa Mamad untuk orang Arab saja, melainkan pemberitaannya saat ia di dunia di negeri di mana ia berada saja, masa langsung nyasar di Indonesia, demikian halnya untuk Yesus, Ia datang ke dunia hanya di utus untuk orang Israel maksudnya bahwa Ia ke dunia berkhotbah hanya di Israel tidak keluar dari negeri itu, tetapi ajaran-Nya berlaku untuk seluruh bangsa).
Kenapa harus Israel dulu?
Karena Israel adalah Anak Sulung Allah [tidak bermakna kelahiran - hurufiah]; selain itu Israel memang sudah dari sononya dilebihkan oleh TUHAN, bahkan Alquran pun mengangguk iya untuk itu (QS. 2:47, 122).
Selebihnya, dapat di baca di CC. 112.
~SB~
23. Antonius Widuri! (ending malam ketiga)
Bahasan:
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 20}
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 16}
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible, [dikosongkan]
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya
dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG”
yang disebutkan dalam Bible?
A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya
ulangi, di Injil ada menyebutkan
bahwa:
1. Daud anak Allah yang sulung
(Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah anak Allah
yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat
22 dan 23)
3. Afraim adalah anak Allah yang
Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Menanggapi:
Tentang Israel atau Efraim: Anak Sulung Allah, CC. 25, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/04/25.html?m=1
Tentang Daud, Anak Sulung Allah;
Dalam Keluaran 4:22 dan Yeremia 31 :9, Israel disebut sebagai "anak sulung" Allah, dan dalam Mazmur 89:27, Daud sang raja disebut sebagai "anak sulung Allah, yang mahatinggi di antara raja-raja bumi."
Dalam kedua penggunaan istilah di atas tidak terkandung pengertian "yang pertama dalam satu seri" atau "yang pertama dilahirkan."
Dalam kaitan dengan Israel, pengangkatan menunjukkan kepentingan dan keunikan. Allah memilih Israel sebagai umat-Nya yang khusus untuk tujuan penebusan. la mengasihi Israel dengan kasih yang khusus seperti yang dialami orang tua ketika anak pertamanya lahir (Iihat Hosea 11:1).
Dalam kaitan dengan Daud, istilah yang sulung didefinisikan untuk kita dalam baris Mazmur berikutnya: la adalah "yang mahatinggi dl antara raja- raja bumi." Yang sulung di sini hanya merupakan kiasan dari "yang mahatinggi."
Tentang Yesus mengutuk pohon ara:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/117-yesus-mengutuk-pohon-ara.html?m=1
Tentang Inkarnasi Yesus:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
Inkarnasi Yesus: CC. 100, CC. 101, CC. 102, CC. 103, CC. 117, CC. 188.
Bahasan:
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 20}
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible, [dikosongkan] {AW. 16}
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible, [dikosongkan]
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya
dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG”
yang disebutkan dalam Bible?
A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya
ulangi, di Injil ada menyebutkan
bahwa:
1. Daud anak Allah yang sulung
(Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah anak Allah
yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat
22 dan 23)
3. Afraim adalah anak Allah yang
Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Menanggapi:
Tentang Israel atau Efraim: Anak Sulung Allah, CC. 25, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/04/25.html?m=1
Tentang Daud, Anak Sulung Allah;
Dalam Keluaran 4:22 dan Yeremia 31 :9, Israel disebut sebagai "anak sulung" Allah, dan dalam Mazmur 89:27, Daud sang raja disebut sebagai "anak sulung Allah, yang mahatinggi di antara raja-raja bumi."
Dalam kedua penggunaan istilah di atas tidak terkandung pengertian "yang pertama dalam satu seri" atau "yang pertama dilahirkan."
Dalam kaitan dengan Israel, pengangkatan menunjukkan kepentingan dan keunikan. Allah memilih Israel sebagai umat-Nya yang khusus untuk tujuan penebusan. la mengasihi Israel dengan kasih yang khusus seperti yang dialami orang tua ketika anak pertamanya lahir (Iihat Hosea 11:1).
Dalam kaitan dengan Daud, istilah yang sulung didefinisikan untuk kita dalam baris Mazmur berikutnya: la adalah "yang mahatinggi dl antara raja- raja bumi." Yang sulung di sini hanya merupakan kiasan dari "yang mahatinggi."
Tentang Yesus mengutuk pohon ara:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/117-yesus-mengutuk-pohon-ara.html?m=1
Tentang Inkarnasi Yesus:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
Inkarnasi Yesus: CC. 100, CC. 101, CC. 102, CC. 103, CC. 117, CC. 188.
22. Antonius Widuri!
Bahasan:
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”, [dikosongkan] {AW. 2}
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Samuel 7:22
B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan di tengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah”. Mengapa kaum Kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan?
Menanggapi:
Ternyata, masalah ini persis dengan AW. 14, dimana kiyai menganggap Alkitab (dari Kejadian sampai Wahyu) adalah tulisan Yesus.
Padahal Alkitab itu ditulis oleh lebih dari 40 orang dalam waktu sekitar 1500 tahun.
Dan kitab Samuel adalah kitab yang ditulis oleh Samuel, bukan Yesus -tidak ada kitab yang ditulis oleh Tuhan Yesus dan tidak ada kitab yang diturunkan dari langit-.
Wah, mengenal asal-usul Alkitab saja sudah keliru. :D
Tanya:
Injil Yahya pasal 17 ayat 8.
B: ....Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka .....
A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapa pun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, ...
Menanggapi:
*Yohanes 17:8,
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Ini pun ada kaitannya dengan nubuat ini:
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Segala firman (perkataan) yang di sampaikan oleh Allah telah Ia sampaikan kepada mereka, dalam hal ini perintah Allah itu telah Ia kerja dan sampaikan kepada manusia, ini sesuai dengan nubuat Allah di atas, bahwa Firman yang telah keluar dari mulut-Nya itu akan kembali kepada-Nya tanpa kesia-siaan (gagal), melainkan Firman itu akan kembali kepada-Nya dengan kesuksesan, berhasil
dalam apa yang di suruhkan kepada-Nya.
Demikian pun membuat manusia percaya, bahwa Ia adalah utusan Allah, maksudnya Ia adalah Roh Allah yang Allah utus yang tidak lain adalah Allah itu sendiri.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya.
Ia bisa 'mengutus' Roh-Nya yang tidak terbilang banyaknya ke mana saja dalam waktu bersamaan meski tempat berbeda.
Karena Allah, bukanlah Tuhan yang harus kerjakan ini dulu, baru bisa kerjakan itu. Atau selamatkan orang ini dulu, baru bisa selamatkan orang lain, melainkan Ia bisa mengutus Roh-Nya ke sana dan ke sini, tetapi ingat itu bukan jumlah Allah (Allah di sana + Allah di sini = 2 Allah).
Allah mengutus Roh-Nya itu, dalam berbagai misi, misalkan Roh Allah yang satu di utus ke gereja yang pasti untuk mengalirkan kasih-Nya di sana, maka dalam hal ini Roh Allah ini di suruh (di beri tugas) oleh Allah untuk suatu tugas, dan tugas-Nya itu pasti akan berhasil.
Maka, Roh Allah yang telah Allah utus ke gereja ini kembali kepada Allah dengan keberhasilan, telah menuruti dan mengerjakan apa yang disuruh oleh Allah.
Secara, bahasanya lagi-lagi antropomorfisme.
Jadi, Yohanes pasal 17 ayatnya yang ke 8 (yang juga antropomorfisme), berbicara tentang keberhasilan Yesus bahwa Ia telah mengerjakan apa yang di suruh oleh Allah, dan juga membuat manusia percaya bahwa
Ia di utus oleh Allah.
Nb:
1. Perkaya bahasan ini dengan membaca CC. 103, AW. 2; 18; 19; 20.
Bahasan:
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”, [dikosongkan] {AW. 2}
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Samuel 7:22
B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan di tengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah”. Mengapa kaum Kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan?
Menanggapi:
Ternyata, masalah ini persis dengan AW. 14, dimana kiyai menganggap Alkitab (dari Kejadian sampai Wahyu) adalah tulisan Yesus.
Padahal Alkitab itu ditulis oleh lebih dari 40 orang dalam waktu sekitar 1500 tahun.
Dan kitab Samuel adalah kitab yang ditulis oleh Samuel, bukan Yesus -tidak ada kitab yang ditulis oleh Tuhan Yesus dan tidak ada kitab yang diturunkan dari langit-.
Wah, mengenal asal-usul Alkitab saja sudah keliru. :D
Tanya:
Injil Yahya pasal 17 ayat 8.
B: ....Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka .....
A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapa pun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, ...
Menanggapi:
*Yohanes 17:8,
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Ini pun ada kaitannya dengan nubuat ini:
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Segala firman (perkataan) yang di sampaikan oleh Allah telah Ia sampaikan kepada mereka, dalam hal ini perintah Allah itu telah Ia kerja dan sampaikan kepada manusia, ini sesuai dengan nubuat Allah di atas, bahwa Firman yang telah keluar dari mulut-Nya itu akan kembali kepada-Nya tanpa kesia-siaan (gagal), melainkan Firman itu akan kembali kepada-Nya dengan kesuksesan, berhasil
dalam apa yang di suruhkan kepada-Nya.
Demikian pun membuat manusia percaya, bahwa Ia adalah utusan Allah, maksudnya Ia adalah Roh Allah yang Allah utus yang tidak lain adalah Allah itu sendiri.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya.
Ia bisa 'mengutus' Roh-Nya yang tidak terbilang banyaknya ke mana saja dalam waktu bersamaan meski tempat berbeda.
Karena Allah, bukanlah Tuhan yang harus kerjakan ini dulu, baru bisa kerjakan itu. Atau selamatkan orang ini dulu, baru bisa selamatkan orang lain, melainkan Ia bisa mengutus Roh-Nya ke sana dan ke sini, tetapi ingat itu bukan jumlah Allah (Allah di sana + Allah di sini = 2 Allah).
Allah mengutus Roh-Nya itu, dalam berbagai misi, misalkan Roh Allah yang satu di utus ke gereja yang pasti untuk mengalirkan kasih-Nya di sana, maka dalam hal ini Roh Allah ini di suruh (di beri tugas) oleh Allah untuk suatu tugas, dan tugas-Nya itu pasti akan berhasil.
Maka, Roh Allah yang telah Allah utus ke gereja ini kembali kepada Allah dengan keberhasilan, telah menuruti dan mengerjakan apa yang disuruh oleh Allah.
Secara, bahasanya lagi-lagi antropomorfisme.
Jadi, Yohanes pasal 17 ayatnya yang ke 8 (yang juga antropomorfisme), berbicara tentang keberhasilan Yesus bahwa Ia telah mengerjakan apa yang di suruh oleh Allah, dan juga membuat manusia percaya bahwa
Ia di utus oleh Allah.
Nb:
1. Perkaya bahasan ini dengan membaca CC. 103, AW. 2; 18; 19; 20.
21. Antonius Widuri!
Bahasan:
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Injil Johanes pasal 12 ayat 45.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut
menyebutkan sebagai berikut: “Danbarang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”.
A: Pantaskah Tuhan diutus? Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus? Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus di atas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan,
melainkan utusan Tuhan.
Menanggapi:
Tuhan mengutus Tuhan, bak Tuhan mengutus Firman-Nya;
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman itu, dan Firman adalah Allah itu sendiri,
*Yohanes 1:1, 14,
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman
itu adalah Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran.
Disalin dari:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Dan kemudian, bandingkan dengan Allah mengutus Roh-Nya yang jumlahnya tidak terbilang. (CC. 103; AW. 2, 18, 19). Memakai bahasa anthropomorfisme, dan mengingatkan kita bahwa hakikatnya Allah itu satu tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, yang di dapat 'utus' ke berbagai tempat tetapi bukan berarti ada banyak Allah, dan Roh Allah itu akan berhasil dalam apa yang disuruhkan kepada-Nya.
Nb:
1. Tentang Bapa lebih besar daripada Aku, CC. 101:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
Bahasan:
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Injil Johanes pasal 12 ayat 45.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut
menyebutkan sebagai berikut: “Danbarang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”.
A: Pantaskah Tuhan diutus? Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus? Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus di atas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan,
melainkan utusan Tuhan.
Menanggapi:
Tuhan mengutus Tuhan, bak Tuhan mengutus Firman-Nya;
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman itu, dan Firman adalah Allah itu sendiri,
*Yohanes 1:1, 14,
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman
itu adalah Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran.
Disalin dari:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Dan kemudian, bandingkan dengan Allah mengutus Roh-Nya yang jumlahnya tidak terbilang. (CC. 103; AW. 2, 18, 19). Memakai bahasa anthropomorfisme, dan mengingatkan kita bahwa hakikatnya Allah itu satu tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, yang di dapat 'utus' ke berbagai tempat tetapi bukan berarti ada banyak Allah, dan Roh Allah itu akan berhasil dalam apa yang disuruhkan kepada-Nya.
Nb:
1. Tentang Bapa lebih besar daripada Aku, CC. 101:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
20. Antonius Widuri!
Bahasan:
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Ulangan pasal 4 ayat 39.
A: Tegas sekali, di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah. Jadi Yesus pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya
bertentangan dengan kitab sucinya
sendiri, dan bertentangan pula
dengan ajaran Yesus.
Menanggapi:
Ini sudah dijelaskan pada AW. 2 dan AW. 18
Baca juga: AW. 19.
Dan tentang:
Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.
Menanggapi:
Allah SWT sendiri juga menyebut bahwa tiada Tuhan selain Allah:
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh AllahSWT? [-kenapa bukan: Tiada Tuhan selain Aku- (?)]
Atau, yang lebih kritis, di mana Allah SWT malah menyuruh menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.
Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh Allah SWT untuk disembah? [-kenapa tidak mengatakan, "Sembahlah Aku" (?)-]
Kalau gara-gara Yesus menyuruh menyembah Allah (bukan: Sembahlah Aku) membuat kiyai ini berkesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Perasaan QS. 2:21 juga sama, Allah SWT juga menyuruh menyembah Allah.
Membuat HSH pun bisa membahasakan hal yang sama dengan yang diucapkan kiyai:
Allah SWT sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (QS. 3:2). Jadi Allah SWT pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Islam mengakui Allah SWT itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Allah SWT. (QS. 2:21).
Kembali kepada hal yang logis, Allah siapakah yang dimaksud Allah SWT selain dari diri-Nya sendiri?
Teman-teman Muslim pasti menjawab, bahwa yang di maksud Allah SWT adalah Dia sendiri.
Demikian pun halnya kepada Yesus, menyuruh menyembah Allah dan tidak lain yang dimaksud adalah Dia Sendiri.
Toh, adalah tidak mustahil untuk Tuhan menyuruh menyembah Tuhan (tanpa memakai kata Aku).
Justru asumsi kiyai ini sendiri menjadi bumerang untuk Qur'annya. [atau tidak pernah membaca Qur'annya, sampai tidak
tahu hal yang sama ini?]
Bahasan:
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Ulangan pasal 4 ayat 39.
A: Tegas sekali, di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah. Jadi Yesus pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya
bertentangan dengan kitab sucinya
sendiri, dan bertentangan pula
dengan ajaran Yesus.
Menanggapi:
Ini sudah dijelaskan pada AW. 2 dan AW. 18
Baca juga: AW. 19.
Dan tentang:
Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.
Menanggapi:
Allah SWT sendiri juga menyebut bahwa tiada Tuhan selain Allah:
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh AllahSWT? [-kenapa bukan: Tiada Tuhan selain Aku- (?)]
Atau, yang lebih kritis, di mana Allah SWT malah menyuruh menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.
Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh Allah SWT untuk disembah? [-kenapa tidak mengatakan, "Sembahlah Aku" (?)-]
Kalau gara-gara Yesus menyuruh menyembah Allah (bukan: Sembahlah Aku) membuat kiyai ini berkesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Perasaan QS. 2:21 juga sama, Allah SWT juga menyuruh menyembah Allah.
Membuat HSH pun bisa membahasakan hal yang sama dengan yang diucapkan kiyai:
Allah SWT sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (QS. 3:2). Jadi Allah SWT pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Islam mengakui Allah SWT itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Allah SWT. (QS. 2:21).
Kembali kepada hal yang logis, Allah siapakah yang dimaksud Allah SWT selain dari diri-Nya sendiri?
Teman-teman Muslim pasti menjawab, bahwa yang di maksud Allah SWT adalah Dia sendiri.
Demikian pun halnya kepada Yesus, menyuruh menyembah Allah dan tidak lain yang dimaksud adalah Dia Sendiri.
Toh, adalah tidak mustahil untuk Tuhan menyuruh menyembah Tuhan (tanpa memakai kata Aku).
Justru asumsi kiyai ini sendiri menjadi bumerang untuk Qur'annya. [atau tidak pernah membaca Qur'annya, sampai tidak
tahu hal yang sama ini?]
19. Antonius Widuri!
Bahasan:
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yohanes 5:30
“Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.
Menanggapi:
bandingkan:
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Bahasa yang digunakan, lagi-lagi bahasa antropomorfisme (berbicara dalam bentuk manusia, lebih mudahdipahami, diseolahkan, dll) atau sebut saja kiasan atau bahasa yang tidak bermakna sebenarnya, atau yang bisa dipahami dengan bimbingan Roh Kudus atau lebih tinggi lagi. [Sudah sering dibahas di CC dan pernah juga di AW].
Tentang Yesaya di atas,
*Yesaya 55:11,
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:"
Dikatakan bahwa Firman itu telah keluar dari mulut Allah,
atau bisa dibahasakan begini, bahwa hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke mana saja dalam jumlah yang tidak terbilang (maksudnya: Roh-Nya bisa ada di sana, di sini, di situ, dll).
Itulah kemudian manusia merumuskan sifat Allah, bahwa:
'Tuhan senantiasa tidak terikat oleh Ruang dan Waktu'.
Dan (seperti) Tritunggal, ('Roh Allah yang ada di sana dan di sini') bukan mengenai jumlah Allah (maksud: di sini ada Roh Allah + di sana ada Roh Allah + di mana-mana ada Roh Allah = 500 ribu Allah), melainkan mengenai keberadaan Allah yang Esa tiada terbilang (kembali: Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Ia bisa nampak dalam banyak tempat atau mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat. -Lihat, saya memakai kata 'utus' -mengutusRoh-Nya- terlihat lebih mudah dipahamikan?-) dan satu tiada bandingan itu.
[bisa di baca ulang, tanpa membaca yang ditanda kurungi].
Nah, kita sudah memahami 'Roh Allah yang banyaknya tidak terbilang' dan bisa di utus ke mana-mana.
"ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia"
Betul, bahwa Roh yang Allah utus tidak akan kembali kepada-Nya dengan kesia-siaan.
Maksudnya: Roh Allah yang Allah utus untuk menyelamatkan si Anu, tidak akan gagal.
"tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Roh Allah itu hanya akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki, dan Roh Allah itu akan berhasil dalam apa yang Allah suruh kepada-Nya.
{Melalui perkataan ini (antropomorfisme), kita melihat kayaknya Roh Allah itu utusan atau seperti bukan Allah (karena di suruh-suruh oleh Allah).
Tetapi kita harus ingat, bahwa Allah memakai bahasa yang mudah kita pahami (antropomorfisme).
Karena apa bedanya 'Roh Allah' yang Allah utus yang keluar dari mulut-Nya (diri-Nya) dengan Allah sendiri?} [1]
Kalian pasti setuju, bahwa Roh-Roh Allah yang di utus-Nya ke dunia untuk menyelamatkan manusia adalah Allah itu sendiri, dan bukan berarti bahwa pada saat itu ada banyak Allah.
Note:
Yes. 55 di atas adalah nubuat kedatangan Firman Allah (Yesus), dan Firman itu adalah Allah, yang menjadi manusia. (Yoh. 1:1, 14)
Tetapi nas di atas berlaku juga dengan ketika Allah mengutus Roh-Nya -Roh itu juga akan berhasil dalam apa yang disuruhkan Allah kepada-Nya-.
Sekarang kita kembali kepada persoalan;
*Yohanes 5:30,
Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.
Kemungkinan, semuanya sudah memahami perkataan dari Firman Allah (Yesus) ini yang juga memakai bahasa antropomorfisme, yang sudah kita bandingkan dengan nubuat-Nya (Yes. 55:11).
Bahwa Firman yang di utus dan telah menjadi Manusia itu melakukan apa saja yang di suruh (di perintahkan) oleh Allah. Dan bahwa Firman itu adalah Allah.
Hal ini (melakukan apa yang diperintahkan Allah) dilakukan juga oleh semua Roh Allah yang Allah utus ke dunia.
Dan justru, ayat ini membuktikan bahwa Yesus tidak lain adalah Roh Allah yang menjadi Manusia dan diberi gelar sbg Firman, dan adalah Allah itu sendiri.
Yesus (Roh Allah ini) di utus ke dunia atas suatu misi (perintah) dan pasti akan melaksanakannya dan berhasil (Yes. 55:11). Kemudian ulangi membaca [1].
Nb:
1. AW. 18
Bahasan:
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yohanes 5:30
“Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.
Menanggapi:
bandingkan:
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Bahasa yang digunakan, lagi-lagi bahasa antropomorfisme (berbicara dalam bentuk manusia, lebih mudahdipahami, diseolahkan, dll) atau sebut saja kiasan atau bahasa yang tidak bermakna sebenarnya, atau yang bisa dipahami dengan bimbingan Roh Kudus atau lebih tinggi lagi. [Sudah sering dibahas di CC dan pernah juga di AW].
Tentang Yesaya di atas,
*Yesaya 55:11,
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:"
Dikatakan bahwa Firman itu telah keluar dari mulut Allah,
atau bisa dibahasakan begini, bahwa hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke mana saja dalam jumlah yang tidak terbilang (maksudnya: Roh-Nya bisa ada di sana, di sini, di situ, dll).
Itulah kemudian manusia merumuskan sifat Allah, bahwa:
'Tuhan senantiasa tidak terikat oleh Ruang dan Waktu'.
Dan (seperti) Tritunggal, ('Roh Allah yang ada di sana dan di sini') bukan mengenai jumlah Allah (maksud: di sini ada Roh Allah + di sana ada Roh Allah + di mana-mana ada Roh Allah = 500 ribu Allah), melainkan mengenai keberadaan Allah yang Esa tiada terbilang (kembali: Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Ia bisa nampak dalam banyak tempat atau mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat. -Lihat, saya memakai kata 'utus' -mengutusRoh-Nya- terlihat lebih mudah dipahamikan?-) dan satu tiada bandingan itu.
[bisa di baca ulang, tanpa membaca yang ditanda kurungi].
Nah, kita sudah memahami 'Roh Allah yang banyaknya tidak terbilang' dan bisa di utus ke mana-mana.
"ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia"
Betul, bahwa Roh yang Allah utus tidak akan kembali kepada-Nya dengan kesia-siaan.
Maksudnya: Roh Allah yang Allah utus untuk menyelamatkan si Anu, tidak akan gagal.
"tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Roh Allah itu hanya akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki, dan Roh Allah itu akan berhasil dalam apa yang Allah suruh kepada-Nya.
{Melalui perkataan ini (antropomorfisme), kita melihat kayaknya Roh Allah itu utusan atau seperti bukan Allah (karena di suruh-suruh oleh Allah).
Tetapi kita harus ingat, bahwa Allah memakai bahasa yang mudah kita pahami (antropomorfisme).
Karena apa bedanya 'Roh Allah' yang Allah utus yang keluar dari mulut-Nya (diri-Nya) dengan Allah sendiri?} [1]
Kalian pasti setuju, bahwa Roh-Roh Allah yang di utus-Nya ke dunia untuk menyelamatkan manusia adalah Allah itu sendiri, dan bukan berarti bahwa pada saat itu ada banyak Allah.
Note:
Yes. 55 di atas adalah nubuat kedatangan Firman Allah (Yesus), dan Firman itu adalah Allah, yang menjadi manusia. (Yoh. 1:1, 14)
Tetapi nas di atas berlaku juga dengan ketika Allah mengutus Roh-Nya -Roh itu juga akan berhasil dalam apa yang disuruhkan Allah kepada-Nya-.
Sekarang kita kembali kepada persoalan;
*Yohanes 5:30,
Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.
Kemungkinan, semuanya sudah memahami perkataan dari Firman Allah (Yesus) ini yang juga memakai bahasa antropomorfisme, yang sudah kita bandingkan dengan nubuat-Nya (Yes. 55:11).
Bahwa Firman yang di utus dan telah menjadi Manusia itu melakukan apa saja yang di suruh (di perintahkan) oleh Allah. Dan bahwa Firman itu adalah Allah.
Hal ini (melakukan apa yang diperintahkan Allah) dilakukan juga oleh semua Roh Allah yang Allah utus ke dunia.
Dan justru, ayat ini membuktikan bahwa Yesus tidak lain adalah Roh Allah yang menjadi Manusia dan diberi gelar sbg Firman, dan adalah Allah itu sendiri.
Yesus (Roh Allah ini) di utus ke dunia atas suatu misi (perintah) dan pasti akan melaksanakannya dan berhasil (Yes. 55:11). Kemudian ulangi membaca [1].
Nb:
1. AW. 18
18. Antonius Widuri!
Bahasan:
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29.
B: Di sini menyebutkan: “Maka jawab
Yesus kepadanya: “Hukum yang
terutama inilah: dengarlah olehmu hai
Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah
Tuhan Yang Esa”.
A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya
satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan
sebagaimana telah saya terangkan.........
Menanggapi:
Baca CC. 103, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandingan itu.
Ilustrasi,
Ketika saya di sini dan anda di sana, apakah mustahil untuk Tuhan menampakan diri (pada saya di sini dan anda di sana) dalam waktu yang bersamaan meski tempat berbeda?
"Tuhan senantiasa tidak terikat oleh ruang dan waktu"
Jadi, keberadaan Allah sebagai Yesus tidak berarti Ia tidak bisa mengatur alam semesta
atau bepergian ke tempat lain!
Roh Allah tidaklah terbatas, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
Saya memakai kata 'utus' sebagai bahasa 'antropomorfisme' supaya lebih mudah dipahami.
Kalau ada yang menanyakan tentang siapa pengatur semesta alam semasa Allah menjadi
manusia Yesus, maka Ia sendiri sudah
merubuhkan pernyataan bahwa Tuhan tidak
terikat oleh ruang dan waktu atau
meragukannya.
Di mana daripandangan mereka bahwa allah
itu nampaknya cuma satu, ia hanya bisa fokus
kepada satu pekerjaan saja.
Tetapi bagi kita adalah 'Allah tidak terikat oleh
ruang dan waktu', penginkarnasian-Nya tidak
berarti bahwa Ia tidak bisa mengutus Roh-
Nya ke tempat lain.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu
yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengirim Roh-Nya ke berbagai tempat.
TUHAN bisa fokus kepada beberapa persoalan
dan melayani serta hadir pada tiap-tiap orang
meski tempatnya saling berbeda, karena Roh-
Nya tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari
mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku
dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan
apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman Allah, yang telah Allah
utus ke dunia. Dan ditegaskan bahwa Firman
yang telah keluar dari mulut Allah itu adalah
Allah sendiri. (Yoh. 1:1)
Dan kalau ada teman-teman Muslim
mengajukan ayat di mana Yesus menyuruh
menyembah Tuhan, coba bandingkan dengan
dimana Allah SWT yang juga menyuruh
menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa.
{Diceritakan bahwa Kitab Suci Alquran adalah
kitab suci yang hanya dikarang oleh Allah SWT
saja, dan tidak ada mahluk-mahluk alien
sejenis selain-Nya yang turut berkarya dalam
drama mini seri ini.}
Pertanyaan:
Siapakah 'Rabb-mu' yang dimaksud oleh Allah
SWT supaya disembah?
Atau yang ini;
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah)
melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus
menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa lagikah 'Allah' yang dimaksud oleh Allah
SWT?
{ref: QS.
2:5;9;10;15;20;26;30;105;139;255;284;3:2;6}
Yang pasti umat Muslim akan segera setuju,
bahwa adalah tidak Mustahil untuk Tuhan
menyuruh menyembah diri-Nya sendiri tanpa
memakai kata 'Aku', demikian pun halnya
kepada Kristus.
Di salin dari:
CC. 103 dan AW. 2.
Bahasan:
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29.
B: Di sini menyebutkan: “Maka jawab
Yesus kepadanya: “Hukum yang
terutama inilah: dengarlah olehmu hai
Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah
Tuhan Yang Esa”.
A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya
satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan
sebagaimana telah saya terangkan.........
Menanggapi:
Baca CC. 103, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandingan itu.
Ilustrasi,
Ketika saya di sini dan anda di sana, apakah mustahil untuk Tuhan menampakan diri (pada saya di sini dan anda di sana) dalam waktu yang bersamaan meski tempat berbeda?
"Tuhan senantiasa tidak terikat oleh ruang dan waktu"
Jadi, keberadaan Allah sebagai Yesus tidak berarti Ia tidak bisa mengatur alam semesta
atau bepergian ke tempat lain!
Roh Allah tidaklah terbatas, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
Saya memakai kata 'utus' sebagai bahasa 'antropomorfisme' supaya lebih mudah dipahami.
Kalau ada yang menanyakan tentang siapa pengatur semesta alam semasa Allah menjadi
manusia Yesus, maka Ia sendiri sudah
merubuhkan pernyataan bahwa Tuhan tidak
terikat oleh ruang dan waktu atau
meragukannya.
Di mana daripandangan mereka bahwa allah
itu nampaknya cuma satu, ia hanya bisa fokus
kepada satu pekerjaan saja.
Tetapi bagi kita adalah 'Allah tidak terikat oleh
ruang dan waktu', penginkarnasian-Nya tidak
berarti bahwa Ia tidak bisa mengutus Roh-
Nya ke tempat lain.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu
yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengirim Roh-Nya ke berbagai tempat.
TUHAN bisa fokus kepada beberapa persoalan
dan melayani serta hadir pada tiap-tiap orang
meski tempatnya saling berbeda, karena Roh-
Nya tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari
mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku
dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan
apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman Allah, yang telah Allah
utus ke dunia. Dan ditegaskan bahwa Firman
yang telah keluar dari mulut Allah itu adalah
Allah sendiri. (Yoh. 1:1)
Dan kalau ada teman-teman Muslim
mengajukan ayat di mana Yesus menyuruh
menyembah Tuhan, coba bandingkan dengan
dimana Allah SWT yang juga menyuruh
menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa.
{Diceritakan bahwa Kitab Suci Alquran adalah
kitab suci yang hanya dikarang oleh Allah SWT
saja, dan tidak ada mahluk-mahluk alien
sejenis selain-Nya yang turut berkarya dalam
drama mini seri ini.}
Pertanyaan:
Siapakah 'Rabb-mu' yang dimaksud oleh Allah
SWT supaya disembah?
Atau yang ini;
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah)
melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus
menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa lagikah 'Allah' yang dimaksud oleh Allah
SWT?
{ref: QS.
2:5;9;10;15;20;26;30;105;139;255;284;3:2;6}
Yang pasti umat Muslim akan segera setuju,
bahwa adalah tidak Mustahil untuk Tuhan
menyuruh menyembah diri-Nya sendiri tanpa
memakai kata 'Aku', demikian pun halnya
kepada Kristus.
Di salin dari:
CC. 103 dan AW. 2.
17. Antonius Widuri!
Bahasan :
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat
Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanya:
A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan”, melepaskan manusia daripada dosa.
B: Dari manakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa?
A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin Saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan Saudara. Silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21.
B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”.
Menanggapi:
Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah
יהושוע - YEHOSYUA' atau YEHOSHUA', yõd - hê' -
vâv - syïn - vâv - 'ayin, atau ישוע - YESYUA' atau YESHUA', yõd - syïn - vâv - 'ayin, (Ibrani- Aramaik, ibarat Alexander menjadi Alex saja).
Kata יהושוע - YEHÕSYÛA' memang berasal dari dua kata Ibrani yaitu יהוה - YHVH (TUHAN) dan
ישע - YÂSYA' (menyelamatkan).
Jadi, nama Yesus berarti "YHVH (TUHAN) adalah keselamatan" atau "YHVH (TUHAN) menyelamatkan", "YHVH juruselamat".
Kata "Mesias" dalam bahasa Ibrani adalah
משיח - MASYIAKH dari kata משח - MASYAKH,
dan bahasa Arab 'MASIH', artinya "YANG DIURAPI".
Kata ini "Mesias" ditulis χριστος - khristos dalam bahasa Yunani, dari kata kerja χριω - khriô, "mengurapi". Kata ini adalah merupakan asal-muasal bentuk Indonesia 'Kristus'.
Maka, nama "Kristus" adalah persamaan "Mesias" dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus Kristus sungguh berarti "Yesus Sang Mesias", atau "Yesus yang Diurapi".
Bahasan :
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat
Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Tanya:
A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan”, melepaskan manusia daripada dosa.
B: Dari manakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa?
A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin Saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan Saudara. Silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21.
B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”.
Menanggapi:
Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah
יהושוע - YEHOSYUA' atau YEHOSHUA', yõd - hê' -
vâv - syïn - vâv - 'ayin, atau ישוע - YESYUA' atau YESHUA', yõd - syïn - vâv - 'ayin, (Ibrani- Aramaik, ibarat Alexander menjadi Alex saja).
Kata יהושוע - YEHÕSYÛA' memang berasal dari dua kata Ibrani yaitu יהוה - YHVH (TUHAN) dan
ישע - YÂSYA' (menyelamatkan).
Jadi, nama Yesus berarti "YHVH (TUHAN) adalah keselamatan" atau "YHVH (TUHAN) menyelamatkan", "YHVH juruselamat".
Kata "Mesias" dalam bahasa Ibrani adalah
משיח - MASYIAKH dari kata משח - MASYAKH,
dan bahasa Arab 'MASIH', artinya "YANG DIURAPI".
Kata ini "Mesias" ditulis χριστος - khristos dalam bahasa Yunani, dari kata kerja χριω - khriô, "mengurapi". Kata ini adalah merupakan asal-muasal bentuk Indonesia 'Kristus'.
Maka, nama "Kristus" adalah persamaan "Mesias" dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus Kristus sungguh berarti "Yesus Sang Mesias", atau "Yesus yang Diurapi".
16. Antonius Widuri!
Bahasan:
Yesus Adalah Utusan (Rasul) Tuhan,
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Baca dramanya lebih lengkap di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/3-dialog-muslim-kristen-malam-ketiga.html?m=1
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus anak manusia, Matius 1:16
Menanggapi:
Yesus Anak Allah:
*Markus 3:11,
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."
*Matius 16:16,
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
*Yohanes 1:34,
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.
Yesus Anak Manusia:
*Markus 10:45,
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
*Wahyu 14:14,
Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
*Yohanes 5:27,
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Dan masih banyak bukti lagi, bahwa Ia adalah Anak Allah dan Anak Manusia.
Ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.
Yesus adalah Anak Allah dan Anak Manusia. Tetapi kita harus tetap tidak mengartikannya secara kelahiran: Allah memperistri dan memperanak Yesus.
Istilah ini, sama seperti 'Anak Sungai' atau 'Anak Kunci' yang tidak bermakna kelahiran (kunci kawin, dan memperanak kunci lagi), seperti yang dipikirkan oleh bapak kiyai.
Melainkan Ia adalah Anak Allah, lebih detailnya lagi, Ia adalah Anak Tunggal Allah:
*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Maksudnya, hanya Dia saja (tunggal) Manusia yang Roh Allah itu hidup di dalam-Nya.
Kita pun bisa di sebut anak-anak Allah:
*Matius 5:9,
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Bedanya Yesus Anak Tunggal Allah, di mana Roh Allah itu hidup di dalam-Nya, sedangkan kita di pimpin oleh Roh Allah.
Dan status kita sbg anak-anak Allah tidak berarti bahwa kita bukan anak orangtua lagi, karena ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.
Yesus juga memang adalah Anak Manusia, maksudnya hanya Yesus saja Anak Manusia -sebab hanya Dia yang tidak ternodai oleh dosa-, sedangkan manusia berdosa adalah binatang -sebab manusia tidak hidup sebagaimana yang diperintahkan Allah-:
*Daniel 7,
11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.
13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, .......
Binatang yang dimaksud adalah manusia berdosa (begitu pun yang dimaksud kitab Wahyu), bukan binatang diartikan secara kelahiran, sedangkan Anak Manusia adalah Yesus, ini adalah penggenapan dari nas ini:
*Matius 28:18,
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. [bdk: Dan. 7:14]
Dimana setelah Yesus selesai atas semua tugas-Nya (Yes. 55:11), Ia akan kembali kepada Bapa, dan Anak Manusia ini akan diberikan Takhta Kerajaan Daud. Bdk: CC. 210.
Bahkan Ia diberikan [hurufiah:kembali] menjadi penguasa di dunia dan di sorga. (Alquran juga sepakat: QS. 3:45).
Jadi, asumsi kiyai di sinetron ini senantiasa terjadi oleh kekeliruan kiyai memahami arti 'Anak Allah' yang dipaksakan bermakna kelahiran (Allah memperistri dan
memperanak), tetapi kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para penganutnya:
*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,
Padahal Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menikah dan lalu memperanak Yesus, melainkan berupa kiasan.
Bdk: AW. 1, 6, 13.
Bahasan:
Yesus Adalah Utusan (Rasul) Tuhan,
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,
Baca dramanya lebih lengkap di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/3-dialog-muslim-kristen-malam-ketiga.html?m=1
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus anak manusia, Matius 1:16
Menanggapi:
Yesus Anak Allah:
*Markus 3:11,
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."
*Matius 16:16,
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
*Yohanes 1:34,
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.
Yesus Anak Manusia:
*Markus 10:45,
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
*Wahyu 14:14,
Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
*Yohanes 5:27,
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Dan masih banyak bukti lagi, bahwa Ia adalah Anak Allah dan Anak Manusia.
Ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.
Yesus adalah Anak Allah dan Anak Manusia. Tetapi kita harus tetap tidak mengartikannya secara kelahiran: Allah memperistri dan memperanak Yesus.
Istilah ini, sama seperti 'Anak Sungai' atau 'Anak Kunci' yang tidak bermakna kelahiran (kunci kawin, dan memperanak kunci lagi), seperti yang dipikirkan oleh bapak kiyai.
Melainkan Ia adalah Anak Allah, lebih detailnya lagi, Ia adalah Anak Tunggal Allah:
*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Maksudnya, hanya Dia saja (tunggal) Manusia yang Roh Allah itu hidup di dalam-Nya.
Kita pun bisa di sebut anak-anak Allah:
*Matius 5:9,
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Bedanya Yesus Anak Tunggal Allah, di mana Roh Allah itu hidup di dalam-Nya, sedangkan kita di pimpin oleh Roh Allah.
Dan status kita sbg anak-anak Allah tidak berarti bahwa kita bukan anak orangtua lagi, karena ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.
Yesus juga memang adalah Anak Manusia, maksudnya hanya Yesus saja Anak Manusia -sebab hanya Dia yang tidak ternodai oleh dosa-, sedangkan manusia berdosa adalah binatang -sebab manusia tidak hidup sebagaimana yang diperintahkan Allah-:
*Daniel 7,
11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.
13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, .......
Binatang yang dimaksud adalah manusia berdosa (begitu pun yang dimaksud kitab Wahyu), bukan binatang diartikan secara kelahiran, sedangkan Anak Manusia adalah Yesus, ini adalah penggenapan dari nas ini:
*Matius 28:18,
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. [bdk: Dan. 7:14]
Dimana setelah Yesus selesai atas semua tugas-Nya (Yes. 55:11), Ia akan kembali kepada Bapa, dan Anak Manusia ini akan diberikan Takhta Kerajaan Daud. Bdk: CC. 210.
Bahkan Ia diberikan [hurufiah:kembali] menjadi penguasa di dunia dan di sorga. (Alquran juga sepakat: QS. 3:45).
Jadi, asumsi kiyai di sinetron ini senantiasa terjadi oleh kekeliruan kiyai memahami arti 'Anak Allah' yang dipaksakan bermakna kelahiran (Allah memperistri dan
memperanak), tetapi kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para penganutnya:
*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,
Padahal Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menikah dan lalu memperanak Yesus, melainkan berupa kiasan.
Bdk: AW. 1, 6, 13.
15. Antonius Widuri! (ending malam kedua)
Tanya:
B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.
A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”, maka diapun tidak benar. Karena pada
mulanya Yesus itu tidak ada, lalu
diperanakkan oleh Maria dan sesudah
itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan
hidup lagi. Dan orang sudah mati itu
tidak bisa dikatakan: “seorang yang
terkemudian” dan kalau Yesus itu
hidup lagi, tidak bisa dikatakan:
“Permulaan” bukan pula “Yang
Terkemudian” bukan “Yang Awal”
maupun “Yang Akhir”.
Menanggapi:
Yesus adalah Firman Allah, Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah itu sendiri,
*Yohanes 1:1,
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Firman itu telah menjadi Manusia:
*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Maka sebenarnya, kehidupan Yesus itu bukan di mulai pada masa keberadaan-Nya menjadi Manusia.
Melainkan sudah ada sejak permulaan, bahkan Ia-lah Yang Menciptakan segala sesuatunya:
*Yohanes 1,
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan
Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi
dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu
adalah terang manusia.
5. Terang itu bercahaya di dalam
kegelapan dan kegelapan itu tidak
menguasainya.
6 Datanglah seorang yang diutus Allah,
namanya Yohanes;
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi
kesaksian tentang terang itu, supaya oleh
dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus
memberi kesaksian tentang terang itu.
9 Terang yang sesungguhnya, yang
menerangi setiap orang, sedang datang ke
dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia
dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak
mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak
menerima-Nya.
12 Tetapi semua orang yang menerima-
Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-
anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam
nama-Nya;
13 orang-orang yang diperanakkan bukan
dari darah atau dari daging, bukan pula
secara jasmani oleh keinginan seorang laki-
laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Asumsi dari kiyai di atas, jelas adalah kekeliruan, belum memahami tentang Kepribadian Yesus yang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan Dialah yang menciptakan dunia ini.
Tanya:
B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.
A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”, maka diapun tidak benar. Karena pada
mulanya Yesus itu tidak ada, lalu
diperanakkan oleh Maria dan sesudah
itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan
hidup lagi. Dan orang sudah mati itu
tidak bisa dikatakan: “seorang yang
terkemudian” dan kalau Yesus itu
hidup lagi, tidak bisa dikatakan:
“Permulaan” bukan pula “Yang
Terkemudian” bukan “Yang Awal”
maupun “Yang Akhir”.
Menanggapi:
Yesus adalah Firman Allah, Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah itu sendiri,
*Yohanes 1:1,
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Firman itu telah menjadi Manusia:
*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Maka sebenarnya, kehidupan Yesus itu bukan di mulai pada masa keberadaan-Nya menjadi Manusia.
Melainkan sudah ada sejak permulaan, bahkan Ia-lah Yang Menciptakan segala sesuatunya:
*Yohanes 1,
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan
Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi
dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu
adalah terang manusia.
5. Terang itu bercahaya di dalam
kegelapan dan kegelapan itu tidak
menguasainya.
6 Datanglah seorang yang diutus Allah,
namanya Yohanes;
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi
kesaksian tentang terang itu, supaya oleh
dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus
memberi kesaksian tentang terang itu.
9 Terang yang sesungguhnya, yang
menerangi setiap orang, sedang datang ke
dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia
dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak
mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak
menerima-Nya.
12 Tetapi semua orang yang menerima-
Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-
anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam
nama-Nya;
13 orang-orang yang diperanakkan bukan
dari darah atau dari daging, bukan pula
secara jasmani oleh keinginan seorang laki-
laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Asumsi dari kiyai di atas, jelas adalah kekeliruan, belum memahami tentang Kepribadian Yesus yang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan Dialah yang menciptakan dunia ini.
14. Antonius Widuri!
Tanya:
A: Jelas di ayat itu menyebutkan:
“Maka firmannya kepadaku” Siapakah
yang berfirman kepadaku (kepada
Yesus) di ayat ini?
B: Tentu Allah yang berfirman.
A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif
dan Ya, Yang Awal dan Yang Akhir,
bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi
firman Allah kepada Yesus.
Menanggapi:
Ternyata kiyai mengira bahwa kitab Wahyu
adalah kitab tulisan Yesus, padahal kitab itu
ditulis oleh rasul Yohanes, dalam
penglihatannya tentang akhir zaman bertemu
dengan Yesus:
*Wahyu 1,
1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang
dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya
ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya
apa yang harus segera terjadi. Dan oleh
malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah
menyatakannya kepada hamba-Nya
Yohanes.
2 Yohanes telah bersaksi tentang firman
Allah dan tentang kesaksian yang diberikan
oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang
telah dilihatnya.
Yesus adalah Alfa dan Omega, dapat kita lihat dengan jelas:
*Wahyu 21,
1 Lalu aku melihat langit yang baru dan
bumi yang baru, sebab langit yang pertama
dan bumi yang pertama telah berlalu, dan
lautpun tidak ada lagi.
2 Dan aku melihat kota yang kudus,
Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari
Allah, yang berhias bagaikan pengantin
perempuan yang berdandan untuk
suaminya.
3 Lalu aku mendengar suara yang
nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah,
kemah Allah ada di tengah-tengah manusia
dan Ia akan diam bersama-sama dengan
mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan
Ia akan menjadi Allah mereka.
4 Dan Ia akan menghapus segala air
mata dari mata mereka, dan maut tidak
akan ada lagi; tidak akan ada lagi
perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama
itu telah berlalu."
5 Ia yang duduk di atas takhta itu
berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala
sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah,
karena segala perkataan ini adalah tepat
dan benar."
6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya
telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega,
Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus
akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari
mata air kehidupan.
*Wahyu 1,
12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara
yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku
berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki
dian dari emas.
13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada
seorang serupa Anak Manusia, berpakaian
jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan
dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan
bulu yang putih metah, dan mata-Nya
bagaikan nyala api.
15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan
tembaga membara di dalam perapian;
suara-Nya bagaikan desau air bah.
16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang
tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar
sebilah pedang tajam bermata dua, dan
wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari
yang terik.
17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah
aku di depan kaki-Nya sama seperti orang
yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan
kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan
takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang
Akhir,
18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun
lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya
dan Aku memegang segala kunci maut dan
kerajaan maut.
Tanya:
A: Jelas di ayat itu menyebutkan:
“Maka firmannya kepadaku” Siapakah
yang berfirman kepadaku (kepada
Yesus) di ayat ini?
B: Tentu Allah yang berfirman.
A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif
dan Ya, Yang Awal dan Yang Akhir,
bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi
firman Allah kepada Yesus.
Menanggapi:
Ternyata kiyai mengira bahwa kitab Wahyu
adalah kitab tulisan Yesus, padahal kitab itu
ditulis oleh rasul Yohanes, dalam
penglihatannya tentang akhir zaman bertemu
dengan Yesus:
*Wahyu 1,
1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang
dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya
ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya
apa yang harus segera terjadi. Dan oleh
malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah
menyatakannya kepada hamba-Nya
Yohanes.
2 Yohanes telah bersaksi tentang firman
Allah dan tentang kesaksian yang diberikan
oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang
telah dilihatnya.
Yesus adalah Alfa dan Omega, dapat kita lihat dengan jelas:
*Wahyu 21,
1 Lalu aku melihat langit yang baru dan
bumi yang baru, sebab langit yang pertama
dan bumi yang pertama telah berlalu, dan
lautpun tidak ada lagi.
2 Dan aku melihat kota yang kudus,
Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari
Allah, yang berhias bagaikan pengantin
perempuan yang berdandan untuk
suaminya.
3 Lalu aku mendengar suara yang
nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah,
kemah Allah ada di tengah-tengah manusia
dan Ia akan diam bersama-sama dengan
mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan
Ia akan menjadi Allah mereka.
4 Dan Ia akan menghapus segala air
mata dari mata mereka, dan maut tidak
akan ada lagi; tidak akan ada lagi
perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama
itu telah berlalu."
5 Ia yang duduk di atas takhta itu
berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala
sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah,
karena segala perkataan ini adalah tepat
dan benar."
6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya
telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega,
Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus
akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari
mata air kehidupan.
*Wahyu 1,
12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara
yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku
berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki
dian dari emas.
13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada
seorang serupa Anak Manusia, berpakaian
jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan
dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan
bulu yang putih metah, dan mata-Nya
bagaikan nyala api.
15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan
tembaga membara di dalam perapian;
suara-Nya bagaikan desau air bah.
16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang
tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar
sebilah pedang tajam bermata dua, dan
wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari
yang terik.
17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah
aku di depan kaki-Nya sama seperti orang
yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan
kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan
takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang
Akhir,
18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun
lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya
dan Aku memegang segala kunci maut dan
kerajaan maut.
13. Antonius Widuri!
Tanya:
Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke-Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita pun tidak mungkin menodai ke-Esa-an Tuhan.
Menanggapi:
Tuh, kiyai betul-betul mengartikan secara kelahirankan? :D
Bapak sungai mana bapak sungai?
Kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para
penganutnya:
*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan,
Padahal kata 'Anak Allah', sama seperti kata 'Anak Kunci', 'Anak Sungai', 'Anak Emas' ...yang berbau kiasan, bukan kelahiran (hurufiah).
Selanjutnya, di AW. 1 dan 6.
Tanya:
Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke-Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita pun tidak mungkin menodai ke-Esa-an Tuhan.
Menanggapi:
Tuh, kiyai betul-betul mengartikan secara kelahirankan? :D
Bapak sungai mana bapak sungai?
Kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para
penganutnya:
*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan,
Padahal kata 'Anak Allah', sama seperti kata 'Anak Kunci', 'Anak Sungai', 'Anak Emas' ...yang berbau kiasan, bukan kelahiran (hurufiah).
Selanjutnya, di AW. 1 dan 6.
12. Antonius Widuri!
Tentang Yohanes 1:1;
*1:1.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Kemudian, bandingkan dengan ayat ini:
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus itu adalah Firman Allah yang telah keluar dari mulut Allah, turun ke dunia menjadi manusia biasa, setelah menyelesaikan segala yang diperintahkan oleh Allah kepada-Nya, Firman Allah itu akan kembali kepada Allah dengan keberhasilan atas apa yang disuruhkan kepada-Nya.
Selanjutnya, baca AW. 2
Lagi-lagi di sini kita memakai bahasa anthropomorfisme.
Lebih mudah di pahami kan? ;)
Tentang Yohanes 1:1;
*1:1.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Kemudian, bandingkan dengan ayat ini:
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus itu adalah Firman Allah yang telah keluar dari mulut Allah, turun ke dunia menjadi manusia biasa, setelah menyelesaikan segala yang diperintahkan oleh Allah kepada-Nya, Firman Allah itu akan kembali kepada Allah dengan keberhasilan atas apa yang disuruhkan kepada-Nya.
Selanjutnya, baca AW. 2
Lagi-lagi di sini kita memakai bahasa anthropomorfisme.
Lebih mudah di pahami kan? ;)
11. Antonius Widuri!
Bahasan:
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Misteri Malkisedik
Menanggapi:
*Ibrani 7:3,
LAI TB, Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
Sesuai nama kitabnya, kitab ini ditujukan kepada orang Ibrani.
Suatu kebiasaan orang Ibrani, mereka selalu menyertakan "silsilah" dari seseorang untuk
mengetahui asal-usul orang tersebut, perhatikan Injil Matius dan Lukas yang juga menulis silsilah Yesus Kristus. Demikian juga tiap-tiap tokoh penting Israel, senantiasa ditulis darimana ia berasal, siapa ayahnya dan/ atau siapa ibunya.
Melkisedek bukan bangsa Israel (meskipun kemungkinan besar ia orang "Sem" atau bangsa/ras "semitik"), maka ia tidak harus mempunyai kebiasaan seperti orang Israel yang menulis silsilahnya.
Melkisedek sezaman dengan Abraham sedangkan Israel adalah bangsa yang lahir dari keturunan cucu Abraham.
Dalam bahasa aslinya, tertulis:
*Ibrani 7:3,
TR, απατωρ αμητωρ αγενεαλογητος μητε αρχην ημερων μητε ζωης τελος εχων αφωμοιωμενος δε τω υιω του θεου μενει ιερευς εις το διηνεκες
Translit. interlinear apatôr {tidak berbapa} amêtôr {tidak beribu} agenealogêtos {tidak bersilsilah} mête {tidak juga} arkhên {awal} hêmerôn {hari} mête {tidak juga} zôês {hidup} telos {akhir} ekhôn {memiliki} aphômoiômenos {dijadikan sama} de {tetapi} tô huiô {Anak} tou theou {Allah} menei {tetap} hiereus {imam} eis {sampai} to diênekes {terus-menerus}
Dalam bahasa asli ditulis 'apatôr amêtôr' yaitu kata 'peter', "ayah" dan kata "meter" "ibu",
plus negatif pertikel "a" di depannya.
Hal itu tidak berarti bahwa ia tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu tetapi maksudnya adalah seorang yang "ayah dan ibunya tidak ditulis" (dalam silsilahnya).
Demikian pula istilah Yunani lain 'alogos', "tidak punya logos", diterjemahkan "tidak berakal" padahal masih punya akal.
Orang yang kurang imannya terkadang ditulis tidak beriman, 'apistos', padahal punya iman sedikit (Matius 17:20).
Jadi, 'apator' atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan 'ametor', "tidak beribu".
Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah 'ametor' karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.
Coba bandingkan dengan terjemahan "bebas" ala Alkitab dalam bahasa sehari-hari:
*Ibrani 7:3,
BIS, Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.
Selebihnya tentang ini, bisa di baca di sini: www.sarapanpagi.org/melkisedek-vt262.html
Bahasan:
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Misteri Malkisedik
Menanggapi:
*Ibrani 7:3,
LAI TB, Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
Sesuai nama kitabnya, kitab ini ditujukan kepada orang Ibrani.
Suatu kebiasaan orang Ibrani, mereka selalu menyertakan "silsilah" dari seseorang untuk
mengetahui asal-usul orang tersebut, perhatikan Injil Matius dan Lukas yang juga menulis silsilah Yesus Kristus. Demikian juga tiap-tiap tokoh penting Israel, senantiasa ditulis darimana ia berasal, siapa ayahnya dan/ atau siapa ibunya.
Melkisedek bukan bangsa Israel (meskipun kemungkinan besar ia orang "Sem" atau bangsa/ras "semitik"), maka ia tidak harus mempunyai kebiasaan seperti orang Israel yang menulis silsilahnya.
Melkisedek sezaman dengan Abraham sedangkan Israel adalah bangsa yang lahir dari keturunan cucu Abraham.
Dalam bahasa aslinya, tertulis:
*Ibrani 7:3,
TR, απατωρ αμητωρ αγενεαλογητος μητε αρχην ημερων μητε ζωης τελος εχων αφωμοιωμενος δε τω υιω του θεου μενει ιερευς εις το διηνεκες
Translit. interlinear apatôr {tidak berbapa} amêtôr {tidak beribu} agenealogêtos {tidak bersilsilah} mête {tidak juga} arkhên {awal} hêmerôn {hari} mête {tidak juga} zôês {hidup} telos {akhir} ekhôn {memiliki} aphômoiômenos {dijadikan sama} de {tetapi} tô huiô {Anak} tou theou {Allah} menei {tetap} hiereus {imam} eis {sampai} to diênekes {terus-menerus}
Dalam bahasa asli ditulis 'apatôr amêtôr' yaitu kata 'peter', "ayah" dan kata "meter" "ibu",
plus negatif pertikel "a" di depannya.
Hal itu tidak berarti bahwa ia tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu tetapi maksudnya adalah seorang yang "ayah dan ibunya tidak ditulis" (dalam silsilahnya).
Demikian pula istilah Yunani lain 'alogos', "tidak punya logos", diterjemahkan "tidak berakal" padahal masih punya akal.
Orang yang kurang imannya terkadang ditulis tidak beriman, 'apistos', padahal punya iman sedikit (Matius 17:20).
Jadi, 'apator' atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan 'ametor', "tidak beribu".
Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah 'ametor' karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.
Coba bandingkan dengan terjemahan "bebas" ala Alkitab dalam bahasa sehari-hari:
*Ibrani 7:3,
BIS, Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.
Selebihnya tentang ini, bisa di baca di sini: www.sarapanpagi.org/melkisedek-vt262.html
10. Antonius Widuri!
Bahasan:
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus pun Berdosa
A: Silahkan Saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.
A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.
Menanggapi:
Sekedar bandingan:
*QS. 1,
1 Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2 Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,
3 Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4 Yang menguasai 4 hari pembalasan.
5 Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6 Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7 (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
[Alquran hanya berisi perkataan Allah SWT saja. Yang katanya turun dari langit. Demikian pun pada surah Al-Fatiah(QS. 1) di atas.]
Pertanyaan:
Apakah ayat di atas ditujukan kepada Allah SWT juga (selaku yang mengatakan/mengajarkan) atau hanya sekedarpengajaran dari monster ini kepada umat-Nya?
Dan banyak, ayat-ayat di Alquran yang bunyinya: 'Katakanlah', 'Katakanlah', 'Katakanlah', yang tujuannya sebagai pengajaran, bukan ditujukan kepada pengajarnya.
Atau tidaktahukah kiyai ini, bahwa latar belakang perikop ini tentang pengajaran Tuhan Yesus tentang bagaimana cara berdoa itu?
*Matius 6,
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Kalau saja teman-teman Muslim memaksakan bahwa apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ditujukan juga kepada Dia sendiri, maka hal yang sama akan kita perlakukan pada ayat Alquran di atas, di mana Sang Pengajar mengajarkan dan pengajaran-Nya itu ditujukan juga kepada diri-Nya sendiri.
Dan hasilnya:
Wah. Ternyata Allah SWT juga meminta untuk ditunjukan jalan yang lurus ya! :D
Nb:
1. Sebenarnya, pertanyaan dan asumsi dari kiyai ini adalah pembodohan, lihat saja hasilnya bila kita berlaku sama atas Qur'an-nya sendiri.
Yesus di sana senantiasa mengajarkan, tentang bagaimana cara berdoa, sama seperti surah Alquran di atas di mana Allah SWT sedang mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya dan itu bukan ditujukan kepada-Nya.
Hal ini sangat mudah dipahami, masalahnya hanya ada dari apa tujuan mereka (mencari kesalahan iman Kristen). Tetapi tidak menyadari bahwa ada banyak kaca (bandingan) yang bisa dipampangkan di depan muka mereka.
Tetapi itu bukanlah alasan untuk kita membenci mereka, sebab yang berkenan dihati Yesus bahwa tetaplah mengasihi:
*Matius 5:44,
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Segala bandingan dan ilustrasi yang HSH berikan supaya lebih mudah dipahami, dan lebih lagi tentang bandingan: menanyakan hal yang sama kepada mereka.
Bahasan:
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus pun Berdosa
A: Silahkan Saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.
A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.
Menanggapi:
Sekedar bandingan:
*QS. 1,
1 Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2 Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,
3 Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4 Yang menguasai 4 hari pembalasan.
5 Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6 Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7 (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
[Alquran hanya berisi perkataan Allah SWT saja. Yang katanya turun dari langit. Demikian pun pada surah Al-Fatiah(QS. 1) di atas.]
Pertanyaan:
Apakah ayat di atas ditujukan kepada Allah SWT juga (selaku yang mengatakan/mengajarkan) atau hanya sekedarpengajaran dari monster ini kepada umat-Nya?
Dan banyak, ayat-ayat di Alquran yang bunyinya: 'Katakanlah', 'Katakanlah', 'Katakanlah', yang tujuannya sebagai pengajaran, bukan ditujukan kepada pengajarnya.
Atau tidaktahukah kiyai ini, bahwa latar belakang perikop ini tentang pengajaran Tuhan Yesus tentang bagaimana cara berdoa itu?
*Matius 6,
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Kalau saja teman-teman Muslim memaksakan bahwa apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ditujukan juga kepada Dia sendiri, maka hal yang sama akan kita perlakukan pada ayat Alquran di atas, di mana Sang Pengajar mengajarkan dan pengajaran-Nya itu ditujukan juga kepada diri-Nya sendiri.
Dan hasilnya:
Wah. Ternyata Allah SWT juga meminta untuk ditunjukan jalan yang lurus ya! :D
Nb:
1. Sebenarnya, pertanyaan dan asumsi dari kiyai ini adalah pembodohan, lihat saja hasilnya bila kita berlaku sama atas Qur'an-nya sendiri.
Yesus di sana senantiasa mengajarkan, tentang bagaimana cara berdoa, sama seperti surah Alquran di atas di mana Allah SWT sedang mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya dan itu bukan ditujukan kepada-Nya.
Hal ini sangat mudah dipahami, masalahnya hanya ada dari apa tujuan mereka (mencari kesalahan iman Kristen). Tetapi tidak menyadari bahwa ada banyak kaca (bandingan) yang bisa dipampangkan di depan muka mereka.
Tetapi itu bukanlah alasan untuk kita membenci mereka, sebab yang berkenan dihati Yesus bahwa tetaplah mengasihi:
*Matius 5:44,
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Segala bandingan dan ilustrasi yang HSH berikan supaya lebih mudah dipahami, dan lebih lagi tentang bandingan: menanyakan hal yang sama kepada mereka.
9. Antonius Widuri!
Bahasan:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung.
A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.
Menanggapi:
Hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut.
Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal.
Yesus memang dicobai oleh Iblis, tetapi Ia berhasi menolak godaan itu!
Dan coba bandingkan dengan nurutnya Allah SWT atas permintaan Iblis:
*QS. 38,
79 Iblis berkata: "Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
80 Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
81 sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)".
82 Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83 kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka,
[bdk: QS. 15:39-40]
Nah, seperti gara-gara Yesus memenuhi permintaan iblis (di bawa ke puncak gunung) membuat kiyai ini berasumsi bahwa Yesus tunduk kepada kemauan iblis.
Lalu, bagaimana? Bagaimana dengan di izinkan atau didengarnya kemauan iblis oleh Allah Muslim ini?
Kalau gara-gara Tuhan mengizinkan atau memenuhi permintaan iblis saja sehingga berarti Tuhan tunduk kepadanya, maka secara adil dan konsaisten kiyai ini juga harus menganggap hal yang sama dengan di turutinya permintaan iblis oleh Allah SWT! (Allah SWT tunduk kepada Iblis).
Tetapi, kembali kepada hal yang logis, diberi atau dipenuhi bukan berarti bahwa Tuhan telah tunduk kepada iblis, melainkan Tuhan punya maksud tersendiri dalam hal ini! Seperti ketika Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub, kita tahu bahwa Allah punya maksud di sini.
Selebihnya tentang Yesus dicobai Iblis CC. 177, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/177-kemana-iblis-membawa-yesus.html?m=1
Nb:
1. Puasa selama 40 hari yang dilakukan oleh Yesus, mengingatkan kita akan apa yang
dilakukan oleh Musa, seperti yang dikatakan di kitab Keluaran:
*Keluaran 24:28,
“Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.”
Dengan demikian, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia adalah hukum yang baru. Hukum yang sebelumnya dituliskan dalam dua loh batu sekarang menjadi daging; yang dulu merupakan hukum Taurat (law), sekarang menjadi rahmat (grace). Sama seperti Musa membawa dua loh batu kepada bangsa Israel dan menyatakan hukum Allah, maka Yesus membawa Diri-Nya sendiri dan menyatakan hukum yang baru dalam kotbah di bukit (lih. Mt 5), yang ditutup dengan suatu tuntutan yang terlihat tidak mungkin, yaitu:
*Matius 5:48,
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Dan tuntutan akan kesempurnaan hanya mungkin terjadi dengan rahmat Allah, yang tercurah dari pengorbanan Yesus sendiri di kayu salib.
Selebihnya tentang keberakhiran Taurat: CC. 99; 195, 196, 197, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com
Bahasan:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung.
A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.
Menanggapi:
Hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut.
Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal.
Yesus memang dicobai oleh Iblis, tetapi Ia berhasi menolak godaan itu!
Dan coba bandingkan dengan nurutnya Allah SWT atas permintaan Iblis:
*QS. 38,
79 Iblis berkata: "Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
80 Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
81 sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)".
82 Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83 kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka,
[bdk: QS. 15:39-40]
Nah, seperti gara-gara Yesus memenuhi permintaan iblis (di bawa ke puncak gunung) membuat kiyai ini berasumsi bahwa Yesus tunduk kepada kemauan iblis.
Lalu, bagaimana? Bagaimana dengan di izinkan atau didengarnya kemauan iblis oleh Allah Muslim ini?
Kalau gara-gara Tuhan mengizinkan atau memenuhi permintaan iblis saja sehingga berarti Tuhan tunduk kepadanya, maka secara adil dan konsaisten kiyai ini juga harus menganggap hal yang sama dengan di turutinya permintaan iblis oleh Allah SWT! (Allah SWT tunduk kepada Iblis).
Tetapi, kembali kepada hal yang logis, diberi atau dipenuhi bukan berarti bahwa Tuhan telah tunduk kepada iblis, melainkan Tuhan punya maksud tersendiri dalam hal ini! Seperti ketika Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub, kita tahu bahwa Allah punya maksud di sini.
Selebihnya tentang Yesus dicobai Iblis CC. 177, www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/177-kemana-iblis-membawa-yesus.html?m=1
Nb:
1. Puasa selama 40 hari yang dilakukan oleh Yesus, mengingatkan kita akan apa yang
dilakukan oleh Musa, seperti yang dikatakan di kitab Keluaran:
*Keluaran 24:28,
“Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.”
Dengan demikian, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia adalah hukum yang baru. Hukum yang sebelumnya dituliskan dalam dua loh batu sekarang menjadi daging; yang dulu merupakan hukum Taurat (law), sekarang menjadi rahmat (grace). Sama seperti Musa membawa dua loh batu kepada bangsa Israel dan menyatakan hukum Allah, maka Yesus membawa Diri-Nya sendiri dan menyatakan hukum yang baru dalam kotbah di bukit (lih. Mt 5), yang ditutup dengan suatu tuntutan yang terlihat tidak mungkin, yaitu:
*Matius 5:48,
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Dan tuntutan akan kesempurnaan hanya mungkin terjadi dengan rahmat Allah, yang tercurah dari pengorbanan Yesus sendiri di kayu salib.
Selebihnya tentang keberakhiran Taurat: CC. 99; 195, 196, 197, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com
8. Antonius Widuri!
Bahasan:
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah)......
B: Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus. [dst.]
Menanggapi:
Umat Kristen secara benar menuhankan Yesus karena memang benar bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia (inkarnasi), bukan karena mujizat lalu kami menyebut Dia Tuhan!
Kalau kalian membaca semua CC yang saya sebutkan (tadi), maka hal 'bagaimana inkarnasi Allah' sudah kita tahu bersama.
Dan ini sebagai tambahan:
*Yesaya 9:5,
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, dan seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Nah, siapa lagi yang bisa di sebut demikian, selain dari Allah sendiri?
Sebelum Tuhan Yesus tidak ada allah dibentuk (menjadi manusia) dan setelah Ia tidak akan ada lagi:
*Yesaya 43:10,
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.
Tidak ada Juruselamat selain Dia, alias hanya Dia saja Juruselamat, sebagaimana Yesus pun Juruselamat sebab Ia sendirilah Allah itu:
*Yesaya 43:11,
Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
*Lukas 2:11,
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Perlu kita ketahui, bahwa kata 'TUHAN' bukan 'Tuhan' adalah terjemahan dari kata יהוהYHVH, yôd – hê' – vâv – hê' sebagai nama favorit Allah.
Kata YHVH sendiri, berarti:
yôd = Tangan
hê' = Lihat
vâv = Paku
hê' = Lihat
Secara hurufiah:
Lihat Tangan Lihat Paku.
Umat Kristen pasti sudah tahu makna kata di atas,
dan bila kita memakai terjemahan secara hurufiah, menjadi:
*Yesaya 43:11,
Aku, Akulah 'Lihat Tangan Lihat Paku' dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
Lebih lagi:
*Yesaya 43:25,
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.
Latar belakang perikop ini, berbicara tentang Keselamatan TUHAN dengan jalan dikurbankan, di mana dari ayat 22 - 24a diinformasikan bahwa saatnya sudah tiba, dimana Allah tidak membebani lagi umat Israel dengan korban penebus salah/ menjalankan sacrament (baik itu lembu, anak domba, burung, tepung dll)
*Yesaya 43,
22. "Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub, dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.
23 Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu. Aku tidak memberati engkau
dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.
24a Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu.
Tidak ada pelaksanaan sacrament lagi, sebagaimana halnya yang dilakukan oleh umat Israel sewaktu itu,
24B Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.
Kita pasti sudah tahu, apa maksud Allah pada ayat 24B di atas (diberati, disusahi dll), yaitu ketika tiba saat-Nya Ia disembelih untuk dijadikan korban penebus.
Dan Allah pun kemudian mengakui bahwa Ia adalah Yesus:
*43:25,
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.
Dosa manusia terhapus oleh karena Allah -24B-, bukan oleh karena kita. Maka nyatalah bahwa Yesus memang adalah Allah! Haleluya!
Bahasan:
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah)......
B: Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus. [dst.]
Menanggapi:
Umat Kristen secara benar menuhankan Yesus karena memang benar bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia (inkarnasi), bukan karena mujizat lalu kami menyebut Dia Tuhan!
Kalau kalian membaca semua CC yang saya sebutkan (tadi), maka hal 'bagaimana inkarnasi Allah' sudah kita tahu bersama.
Dan ini sebagai tambahan:
*Yesaya 9:5,
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, dan seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Nah, siapa lagi yang bisa di sebut demikian, selain dari Allah sendiri?
Sebelum Tuhan Yesus tidak ada allah dibentuk (menjadi manusia) dan setelah Ia tidak akan ada lagi:
*Yesaya 43:10,
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.
Tidak ada Juruselamat selain Dia, alias hanya Dia saja Juruselamat, sebagaimana Yesus pun Juruselamat sebab Ia sendirilah Allah itu:
*Yesaya 43:11,
Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
*Lukas 2:11,
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Perlu kita ketahui, bahwa kata 'TUHAN' bukan 'Tuhan' adalah terjemahan dari kata יהוהYHVH, yôd – hê' – vâv – hê' sebagai nama favorit Allah.
Kata YHVH sendiri, berarti:
yôd = Tangan
hê' = Lihat
vâv = Paku
hê' = Lihat
Secara hurufiah:
Lihat Tangan Lihat Paku.
Umat Kristen pasti sudah tahu makna kata di atas,
dan bila kita memakai terjemahan secara hurufiah, menjadi:
*Yesaya 43:11,
Aku, Akulah 'Lihat Tangan Lihat Paku' dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
Lebih lagi:
*Yesaya 43:25,
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.
Latar belakang perikop ini, berbicara tentang Keselamatan TUHAN dengan jalan dikurbankan, di mana dari ayat 22 - 24a diinformasikan bahwa saatnya sudah tiba, dimana Allah tidak membebani lagi umat Israel dengan korban penebus salah/ menjalankan sacrament (baik itu lembu, anak domba, burung, tepung dll)
*Yesaya 43,
22. "Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub, dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.
23 Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu. Aku tidak memberati engkau
dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.
24a Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu.
Tidak ada pelaksanaan sacrament lagi, sebagaimana halnya yang dilakukan oleh umat Israel sewaktu itu,
24B Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.
Kita pasti sudah tahu, apa maksud Allah pada ayat 24B di atas (diberati, disusahi dll), yaitu ketika tiba saat-Nya Ia disembelih untuk dijadikan korban penebus.
Dan Allah pun kemudian mengakui bahwa Ia adalah Yesus:
*43:25,
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.
Dosa manusia terhapus oleh karena Allah -24B-, bukan oleh karena kita. Maka nyatalah bahwa Yesus memang adalah Allah! Haleluya!
7. Antonius Widuri!
Bahasan:
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?
Menanggapi:
Roh Kudus itu adalah Allah:
*Yohanes 4:24,
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah
Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
kebenaran."
Tanya:
berdasarkan ayat Bibel sendiri
menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan
pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh
Kudus itu Roh Suci, ...dengan izin atau
perintah Allah yang dikaruniakan kepada
hamba yang dikehendakinya.....Kalau
sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan
Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja
menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan
segala orang yang taat kepada Tuhan, para
Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya
Tuhan juga.
Menanggapi:
Perlu diketahui, bahwa Roh Allah itu hidup di
dalam-Nya (hanya Yesus, selaku Allah
inkarnasi) bedanya manusia dipimpin oleh
Roh Allah.
*Yohanes 1:32,
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas- Nya.
Baca CC. 113, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/113-maria-mengandung-roh-kudus.html?m=1
Bahasan:
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?
Menanggapi:
Roh Kudus itu adalah Allah:
*Yohanes 4:24,
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah
Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
kebenaran."
Tanya:
berdasarkan ayat Bibel sendiri
menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan
pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh
Kudus itu Roh Suci, ...dengan izin atau
perintah Allah yang dikaruniakan kepada
hamba yang dikehendakinya.....Kalau
sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan
Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja
menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan
segala orang yang taat kepada Tuhan, para
Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya
Tuhan juga.
Menanggapi:
Perlu diketahui, bahwa Roh Allah itu hidup di
dalam-Nya (hanya Yesus, selaku Allah
inkarnasi) bedanya manusia dipimpin oleh
Roh Allah.
*Yohanes 1:32,
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas- Nya.
Baca CC. 113, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/113-maria-mengandung-roh-kudus.html?m=1
6. Antonius Widuri!
Bahasan:
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas
Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapa Anak Sulung Allah? Israel atau Efraim?
Menanggapi:
Baca CC. 25, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/04/25.html?m=1
Dan kita harus tetap ingat, bahwa kata ini tidak bermakna secara kelahiran. [bdk:AW. 1]
Bahasan:
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas
Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapa Anak Sulung Allah? Israel atau Efraim?
Menanggapi:
Baca CC. 25, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/04/25.html?m=1
Dan kita harus tetap ingat, bahwa kata ini tidak bermakna secara kelahiran. [bdk:AW. 1]
5. Anonius Widuri!
Bahasan:
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib (kiamat)
Menanggapi:
Baca CC. 110, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/110-yesus-tidak-maha-tahu-ia-tidak-tahu.html?m=1
Dan sekedar ilustrasi ketika Megawati masih menjadi Presiden:
Ketua Umum PDI-P yang juga Megawati, tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI {Megawati} dapat,
Nah, apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?
Tanya:
Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapa pun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali, tetapi ia mati.
Menanggapi:
Yesus datang ke dunia dalam Pengosongan Diri, Ia menjadi manusia biasa! Bahkan Ia menjadi sedikit lebih rendah daripada malaikat-Nya, kita tahu bahwa jika Allah tidak mengosongkan diri-Nya maka peristiwa Penyaliban akan nampak biasa-biasa saja, di mana Ia tidak akan mengalami Penderitaan, sebagaimana halnya korban penebus (domba, lembu, burung) yang di sembelih yang tentu akan merasakan penderitaan.
Maka seperti itu pulalah Allah dalam Karya Penyelamatan-Nya, di mana Allah adil dan konsisten (juga turut merasakan penderitaan itu):
Tentang inkarnasi Yesus, baca CC. 100; 101; 102; 103; 117; 118; 200, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
Tanya:
"Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati"
Meanggapi:
Kematian-Nya adalah secara jasmani, maka kematian secara jasmani-Nya tidak berarti Ia lenyap. Melainkan Roh-Nya telah kembali kepada Bapa dan mengambil kunci kerajaan maut, selebihnya di CC. 193.
Bahasan:
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib (kiamat)
Menanggapi:
Baca CC. 110, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/110-yesus-tidak-maha-tahu-ia-tidak-tahu.html?m=1
Dan sekedar ilustrasi ketika Megawati masih menjadi Presiden:
Ketua Umum PDI-P yang juga Megawati, tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI {Megawati} dapat,
Nah, apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?
Tanya:
Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapa pun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali, tetapi ia mati.
Menanggapi:
Yesus datang ke dunia dalam Pengosongan Diri, Ia menjadi manusia biasa! Bahkan Ia menjadi sedikit lebih rendah daripada malaikat-Nya, kita tahu bahwa jika Allah tidak mengosongkan diri-Nya maka peristiwa Penyaliban akan nampak biasa-biasa saja, di mana Ia tidak akan mengalami Penderitaan, sebagaimana halnya korban penebus (domba, lembu, burung) yang di sembelih yang tentu akan merasakan penderitaan.
Maka seperti itu pulalah Allah dalam Karya Penyelamatan-Nya, di mana Allah adil dan konsisten (juga turut merasakan penderitaan itu):
Tentang inkarnasi Yesus, baca CC. 100; 101; 102; 103; 117; 118; 200, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/101-bapa-lebih-besar-daripada-aku.html?m=1
Tanya:
"Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati"
Meanggapi:
Kematian-Nya adalah secara jasmani, maka kematian secara jasmani-Nya tidak berarti Ia lenyap. Melainkan Roh-Nya telah kembali kepada Bapa dan mengambil kunci kerajaan maut, selebihnya di CC. 193.
4. Antonius Widuri!
Bahasan:
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas
Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Menanggapi:
Haruskah berterima kasih kepada Yudas? Yang oleh karenanya nubuat Allah berhasil?!
Sama sekali tidak!
Ini seperti ketika Yusuf dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya dan kemudian dijual ke Mesir, dan menjadi orang penting di sana. {Alkitab: Kejadian 37, Alquran: surah Yusuf (QS. 12)}
Pernahkah seorang ustad atau pendeta mengatakan perilaku saudara-saudara Yusuf yang malah membuat Yusuf menjadi orang penting disana sehingga patut diacungi jempol, berterimakasih, dan hal-hal pemujaan lainnya?
Tidak kan! Atau dengan nubuat datangnya nabi, guru, rasul palsu, apakah kita harus berterima kasih atau akan ada penghargaan khusus yang diberikan oleh Tuhan, karena mereka nubuat Allah berhasil?????
Kita tidak tahu pasti bagaimana cara Allah bekerja, dan adalah percuma untuk menyelidiki trik, konsep dan langkah-langkah Allah dalam mebuat setiap rancangan, karena tidak seorang pun yang tahu segala yang dirancangkan oleh Allah mulai dari awal sampai akhir:
*Pengkhotbah 3:11,
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Nubuat-nubuat Allah tentang datangnya si baik dan si jahat secara bersamaan, bukan berarti bahwa si jahat yang ngekor dinubuat itu wajib diberi penghargaan! Meski pun ujung-ujungnya karena si jahat itu si baik berhasil atau mendapatkan keistimewaan.
Seperti ketika Yusuf di jual oleh saudara-saudaranya ke Mesir, yang kemudian membuat Yusuf menjadi orang penting di sana, apakah ada penghargaan untuk saudara-saudaranya itu? Tentang kedatangan dajal atau nabi palsu yang telah ternubuat?
Satu hal lagi, sebelum menjadi raja, Yusuf pun bermimpi sebagaimana yang diceritakan Alkitab, tentang matahari, bulan dan 11 bintang yang menyembah ia (bdk: Kej. 37, QS. 12). Maka ini pun memang nubuat.
Disalin:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/191-yohanes-189-vs-yohanes-1712-dalam.html?m=1
Jadi, secara Allah dalam Alquran juga sudah lebih dulu memberikan tandakerajaan kepada Yusuf melalui mimpinya,
Lebih detail, Yusuf bermimpi akan menjadi raja, saudara-saudaranya yang begitu envy kepadanya kemudian merencanakan hal jahat, awalnya ingin dibunuh, tetapi saudara yang anonymous [tidakdisebutkannamanya] mengusulkan supaya dibuang saja di sumur, dan akhirnya ia dibuang ke sumur dan dibawa ke Mesir, mengartikan mimpi Firaun ....dan akhirnya menjadi orang penting disana (menjadi raja), secara gara-gara saudaranya ini ia menjadi raja, bahkan kita tahu bahwa ini sudah di nubuatkan.
Demikian pun Kristus, di nubuatkan bakal menebus dosa manusia dengan jalan disalib (Yes. 53), dan sebagai nubuat adikodrati maka ini pastilah terjadi, di mana kemudian Yesus difitnah dan dihukum dengancara di salib oleh para serdadu romawi dan kawan-kawannya.
Untuk pertanyaan kiyai di atas, kita tanya dulu apakah ada pahala yang diberi kepada saudara-saudara Yusuf itu? (ini sekedar bandingan).
Saya jamin, guru-guru agama terlebih monster ini sendiri pasti memerankan the Yusuf brother's ini sebagai pemeran antagonis, dan sekiranya mendapat ganjaran atas perlakuannya!
Nah, lalu kenapa mereka tidak bisa berlaku sama atas para penyalib Kristus? (sama-sama mengatakan, bahwa akan mendapat ganjaran?, padahal keduanya sama-sama telah dinubuatkan!)
Mudah saja, usaha yang ada hanya dan hanya mencari kesalahan Iman Kristen! Padahal ada banyak kaca (bandingan) untuk dipampangkan di depan muka mereka!
Dan apa yang dikatakan Suharso Sanjaya tentang ini?
Suharso said:
kl perbuatan jahat hrs di beri penghargaan
krn menjadikan nubuatan ALLAH tergenapi,
maka yg peling berjasa adalah i b l i s. iblislah
yg akan banyak mendapatkan penghargaan,
dan yg mgkn jg layak unt di sembah. masuk
akalkah itu......? iblis diberikan hak unt
menurunkan ayat menurut tetangga
sebelah....., mgkn ini slah satu wujud
penghargaan yg di berikan oleh suatu ajaran
tetangga sebelah kepada mahluk kegelapan
atas jasa2nya menyesatkan manusia........
.
.
.
Kira-kira sudah ada berapa medali emaskah yang diperoleh oleh iblis-iblis bila halnya mahluk-mahluk jahat yang berperan dalam penggenapan ini diberi penghargaan seperti yang pandangan dan diasumsikan oleh
teman-teman Slimut?
Bahasan:
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak
Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa
Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas
Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Menanggapi:
Haruskah berterima kasih kepada Yudas? Yang oleh karenanya nubuat Allah berhasil?!
Sama sekali tidak!
Ini seperti ketika Yusuf dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya dan kemudian dijual ke Mesir, dan menjadi orang penting di sana. {Alkitab: Kejadian 37, Alquran: surah Yusuf (QS. 12)}
Pernahkah seorang ustad atau pendeta mengatakan perilaku saudara-saudara Yusuf yang malah membuat Yusuf menjadi orang penting disana sehingga patut diacungi jempol, berterimakasih, dan hal-hal pemujaan lainnya?
Tidak kan! Atau dengan nubuat datangnya nabi, guru, rasul palsu, apakah kita harus berterima kasih atau akan ada penghargaan khusus yang diberikan oleh Tuhan, karena mereka nubuat Allah berhasil?????
Kita tidak tahu pasti bagaimana cara Allah bekerja, dan adalah percuma untuk menyelidiki trik, konsep dan langkah-langkah Allah dalam mebuat setiap rancangan, karena tidak seorang pun yang tahu segala yang dirancangkan oleh Allah mulai dari awal sampai akhir:
*Pengkhotbah 3:11,
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Nubuat-nubuat Allah tentang datangnya si baik dan si jahat secara bersamaan, bukan berarti bahwa si jahat yang ngekor dinubuat itu wajib diberi penghargaan! Meski pun ujung-ujungnya karena si jahat itu si baik berhasil atau mendapatkan keistimewaan.
Seperti ketika Yusuf di jual oleh saudara-saudaranya ke Mesir, yang kemudian membuat Yusuf menjadi orang penting di sana, apakah ada penghargaan untuk saudara-saudaranya itu? Tentang kedatangan dajal atau nabi palsu yang telah ternubuat?
Satu hal lagi, sebelum menjadi raja, Yusuf pun bermimpi sebagaimana yang diceritakan Alkitab, tentang matahari, bulan dan 11 bintang yang menyembah ia (bdk: Kej. 37, QS. 12). Maka ini pun memang nubuat.
Disalin:
www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/191-yohanes-189-vs-yohanes-1712-dalam.html?m=1
Jadi, secara Allah dalam Alquran juga sudah lebih dulu memberikan tandakerajaan kepada Yusuf melalui mimpinya,
Lebih detail, Yusuf bermimpi akan menjadi raja, saudara-saudaranya yang begitu envy kepadanya kemudian merencanakan hal jahat, awalnya ingin dibunuh, tetapi saudara yang anonymous [tidakdisebutkannamanya] mengusulkan supaya dibuang saja di sumur, dan akhirnya ia dibuang ke sumur dan dibawa ke Mesir, mengartikan mimpi Firaun ....dan akhirnya menjadi orang penting disana (menjadi raja), secara gara-gara saudaranya ini ia menjadi raja, bahkan kita tahu bahwa ini sudah di nubuatkan.
Demikian pun Kristus, di nubuatkan bakal menebus dosa manusia dengan jalan disalib (Yes. 53), dan sebagai nubuat adikodrati maka ini pastilah terjadi, di mana kemudian Yesus difitnah dan dihukum dengancara di salib oleh para serdadu romawi dan kawan-kawannya.
Untuk pertanyaan kiyai di atas, kita tanya dulu apakah ada pahala yang diberi kepada saudara-saudara Yusuf itu? (ini sekedar bandingan).
Saya jamin, guru-guru agama terlebih monster ini sendiri pasti memerankan the Yusuf brother's ini sebagai pemeran antagonis, dan sekiranya mendapat ganjaran atas perlakuannya!
Nah, lalu kenapa mereka tidak bisa berlaku sama atas para penyalib Kristus? (sama-sama mengatakan, bahwa akan mendapat ganjaran?, padahal keduanya sama-sama telah dinubuatkan!)
Mudah saja, usaha yang ada hanya dan hanya mencari kesalahan Iman Kristen! Padahal ada banyak kaca (bandingan) untuk dipampangkan di depan muka mereka!
Dan apa yang dikatakan Suharso Sanjaya tentang ini?
Suharso said:
kl perbuatan jahat hrs di beri penghargaan
krn menjadikan nubuatan ALLAH tergenapi,
maka yg peling berjasa adalah i b l i s. iblislah
yg akan banyak mendapatkan penghargaan,
dan yg mgkn jg layak unt di sembah. masuk
akalkah itu......? iblis diberikan hak unt
menurunkan ayat menurut tetangga
sebelah....., mgkn ini slah satu wujud
penghargaan yg di berikan oleh suatu ajaran
tetangga sebelah kepada mahluk kegelapan
atas jasa2nya menyesatkan manusia........
.
.
.
Kira-kira sudah ada berapa medali emaskah yang diperoleh oleh iblis-iblis bila halnya mahluk-mahluk jahat yang berperan dalam penggenapan ini diberi penghargaan seperti yang pandangan dan diasumsikan oleh
teman-teman Slimut?
3. Antonius Widuri!
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Menanggapi:
Baca CC. 107, 160, 180, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/107-kedatangan-yesus-untuk-disalib.html?m=1
"Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib? Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa."
Melalui ungkapan itu (Eli, Eli ...), tidak ada sama sekali pernyataan bahwa Ia sedang minta tolong kepada Bapa supaya dilepaskan, melainkan oleh keterpisahan-Nya.
Penebusan-Nya sendiri telah dinubuatkan (Yes. 53).
Dan secara berkali-kali Ia menginformasikan:
*Matius 20:28,
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
*Yohanes 12:24,
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Dan Yesus sebenarnya mengutip ayat dalam kitab Mazmur,
*Mazmur 22:2,
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
Yang seringkali dinyanyikan oleh orang Yahudi dikala sedih.
Orang Indonesia juga sering menyanyikan lagu ketika sedih.
Dan jelas sekali bahwa Yesus satu dengan Bapa:
*Yohanes 10:30,
Aku dan Bapa adalah satu.
Diperkuat dengan:
*Yohanes 14:7, 9,
Sekiranya kamu menyenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.
Selanjutnya, di CC. 102.
Bahkan Alquran pun sepakat atas kesatuan Tuhan:
*QS. 29:46,
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim diantara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Ilah kami dan Ilahmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu?
Bedakan 'satu' dengan 'sama'.
Satu terkesan dinyatakan atas jamaknya oknum, sedangkan 'sama' usaha untuk menyatakan oknum dari orang satu yang ternyata oknum yang sama dengan oknum dari orang lain.
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Menanggapi:
Baca CC. 107, 160, 180, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/107-kedatangan-yesus-untuk-disalib.html?m=1
"Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib? Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa."
Melalui ungkapan itu (Eli, Eli ...), tidak ada sama sekali pernyataan bahwa Ia sedang minta tolong kepada Bapa supaya dilepaskan, melainkan oleh keterpisahan-Nya.
Penebusan-Nya sendiri telah dinubuatkan (Yes. 53).
Dan secara berkali-kali Ia menginformasikan:
*Matius 20:28,
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
*Yohanes 12:24,
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Dan Yesus sebenarnya mengutip ayat dalam kitab Mazmur,
*Mazmur 22:2,
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
Yang seringkali dinyanyikan oleh orang Yahudi dikala sedih.
Orang Indonesia juga sering menyanyikan lagu ketika sedih.
Dan jelas sekali bahwa Yesus satu dengan Bapa:
*Yohanes 10:30,
Aku dan Bapa adalah satu.
Diperkuat dengan:
*Yohanes 14:7, 9,
Sekiranya kamu menyenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.
Selanjutnya, di CC. 102.
Bahkan Alquran pun sepakat atas kesatuan Tuhan:
*QS. 29:46,
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim diantara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Ilah kami dan Ilahmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu?
Bedakan 'satu' dengan 'sama'.
Satu terkesan dinyatakan atas jamaknya oknum, sedangkan 'sama' usaha untuk menyatakan oknum dari orang satu yang ternyata oknum yang sama dengan oknum dari orang lain.
2. Antonius Widuri!
Bahasan:
Tritunggal atau 15Tunggal?, Allah itu Esa (Tunggal),
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas)
: Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Tritunggal atau 15Tunggal?,
Menanggapi:
Baca CC. 102, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/102-yesus-menyatu-dengan-bapa-atau.html?m=1
Umat Kristen selalu berusaha untuk hidup di dalam Kristus (pengharapan), tetapi tidak berarti kami satu sebagaimana Ia satu dengan Bapa (fakta). (Yoh. 10:30).
Tanya:
Allah itu Esa (Tunggal)
Menanggapi:
Baca CC. 103, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandingan itu.
Ilustrasi,
Ketika saya di sini dan anda di sana, apakah mustahil untuk Tuhan menampakan diri dalam waktu yang bersamaan meski tempat berbeda?
"Tuhan senantiasa tidak terikat oleh ruang dan waktu"
Jadi, keberadaan Allah sebagai Yesus tidak berarti Ia tidak bisa mengatur alam semesta atau bepergian ke tempat lain!
Roh Allah tidaklah terbatas, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
Saya memakai kata 'utus' sebagai bahasa 'antropomorfisme' supaya lebih mudah dipahami.
Kalau ada yang menanyakan tentang siapa pengatur semesta alam semasa Allah menjadi manusia Yesus, maka Ia sendiri sudah merubuhkan pernyataan bahwa Tuhan tidak terikat oleh ruang dan waktu atau malah meragukannya.
Di mana daripandangan mereka bahwa allah itu nampaknya cuma satu, ia hanya bisa fokus kepada satu pekerjaan saja.
Tetapi bagi kita adalah 'Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu', penginkarnasian-Nya tidak berarti bahwa Ia tidak bisa mengutus Roh-Nya ke tempat lain.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengirim Roh-Nya ke berbagai tempat.
TUHAN bisa fokus kepada beberapa persoalan dan melayani serta hadir pada tiap-tiap orang meski tempatnya saling berbeda, karena Roh-Nya tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman Allah, yang telah Allah utus ke dunia. Dan ditegaskan bahwa Firman yang telah keluar dari mulut Allah itu adalah Allah sendiri. (Yoh. 1:1)
Dan kalau ada teman-teman Muslim mengajukan ayat di mana Yesus menyuruh menyembah Tuhan, coba bandingkan dengan
dimana Allah SWT yang juga menyuruh menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa.
{Diceritakan bahwa Kitab Suci Alquran adalah
kitab suci yang hanya dikarang oleh Allah SWT saja, dan tidak ada mahluk-mahluk alien sejenis selain-Nya yang turut berkarya dalam drama mini seri ini.}
Pertanyaan:
Siapakah 'Rabb-mu' yang dimaksud oleh Allah SWT supaya disembah?
Atau yang ini;
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa lagikah 'Allah' yang dimaksud oleh Allah SWT?
{ref: QS.
2:5;9;10;15;20;26;30;105;139;255;284;3:2;6}
Yang pasti umat Muslim akan segera setuju, bahwa adalah tidak Mustahil untuk Tuhan menyuruh menyembah diri-Nya sendiri tanpa memakai kata 'Aku', demikian pun halnya kepada Kristus.
Bahasan:
Tritunggal atau 15Tunggal?, Allah itu Esa (Tunggal),
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas)
: Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Tritunggal atau 15Tunggal?,
Menanggapi:
Baca CC. 102, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/102-yesus-menyatu-dengan-bapa-atau.html?m=1
Umat Kristen selalu berusaha untuk hidup di dalam Kristus (pengharapan), tetapi tidak berarti kami satu sebagaimana Ia satu dengan Bapa (fakta). (Yoh. 10:30).
Tanya:
Allah itu Esa (Tunggal)
Menanggapi:
Baca CC. 103, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1
Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandingan itu.
Ilustrasi,
Ketika saya di sini dan anda di sana, apakah mustahil untuk Tuhan menampakan diri dalam waktu yang bersamaan meski tempat berbeda?
"Tuhan senantiasa tidak terikat oleh ruang dan waktu"
Jadi, keberadaan Allah sebagai Yesus tidak berarti Ia tidak bisa mengatur alam semesta atau bepergian ke tempat lain!
Roh Allah tidaklah terbatas, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
Saya memakai kata 'utus' sebagai bahasa 'antropomorfisme' supaya lebih mudah dipahami.
Kalau ada yang menanyakan tentang siapa pengatur semesta alam semasa Allah menjadi manusia Yesus, maka Ia sendiri sudah merubuhkan pernyataan bahwa Tuhan tidak terikat oleh ruang dan waktu atau malah meragukannya.
Di mana daripandangan mereka bahwa allah itu nampaknya cuma satu, ia hanya bisa fokus kepada satu pekerjaan saja.
Tetapi bagi kita adalah 'Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu', penginkarnasian-Nya tidak berarti bahwa Ia tidak bisa mengutus Roh-Nya ke tempat lain.
Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengirim Roh-Nya ke berbagai tempat.
TUHAN bisa fokus kepada beberapa persoalan dan melayani serta hadir pada tiap-tiap orang meski tempatnya saling berbeda, karena Roh-Nya tidak terbilang banyaknya, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesus adalah Firman Allah, yang telah Allah utus ke dunia. Dan ditegaskan bahwa Firman yang telah keluar dari mulut Allah itu adalah Allah sendiri. (Yoh. 1:1)
Dan kalau ada teman-teman Muslim mengajukan ayat di mana Yesus menyuruh menyembah Tuhan, coba bandingkan dengan
dimana Allah SWT yang juga menyuruh menyembah Tuhan:
*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa.
{Diceritakan bahwa Kitab Suci Alquran adalah
kitab suci yang hanya dikarang oleh Allah SWT saja, dan tidak ada mahluk-mahluk alien sejenis selain-Nya yang turut berkarya dalam drama mini seri ini.}
Pertanyaan:
Siapakah 'Rabb-mu' yang dimaksud oleh Allah SWT supaya disembah?
Atau yang ini;
*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Pertanyaan:
Siapa lagikah 'Allah' yang dimaksud oleh Allah SWT?
{ref: QS.
2:5;9;10;15;20;26;30;105;139;255;284;3:2;6}
Yang pasti umat Muslim akan segera setuju, bahwa adalah tidak Mustahil untuk Tuhan menyuruh menyembah diri-Nya sendiri tanpa memakai kata 'Aku', demikian pun halnya kepada Kristus.
1. Bincang Soal Antonius Widuri!
Pendahuluan:
Selanjutnya dinamakan: Antonius Widuri!
Kejadiannya pada tanggal 9 bulan maret tahun 1970 lalu.
Antonius Widuri adalah dulunya seorang penganut Khatolik Roma dari kecilnya yang kemudian mualaf menjadi Islam setelah berdiskusi selama 9 malam bersama bapak kiyai Bahaudin.
Malam pertamnya, bisa dibaca di sini: www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/1-dialog-muslim-kristen-malam-pertama.html?m=1
Karena malam pertamanya hanya sekedar pengenalan diri dan tujuankedatangan saja (belum ada diskusi), jadi kita langsung loncat ke malam kedua.
Tujuan HSH bukan untuk memaksa atau menghasut Antonius supaya menjadi Kristen kembali, melainkan membahas pemahaman dari bapak Kiyai yang tidak kalah kelirunya!
HSH sungguh p'rihatin atas kekeliruan ini.
Diskusi ini dibukukan, dan dalam sampul bukunya, tertulis:
"Antonius Muslim W. Ex. Pendeta Khatolik! Anak Allah, Dosa Waris, Trinitias! Tidak Terbukti Sama Sekali!!! Alkitab Terbukti Tidak Suci Lagi!!! Bacalah Buku Ini.....!!!"
Padahal Antonius bukanlah seorang pendeta, dalam diskusinya tidak ada pernyataannya demikian! Lebih lagi, tidak ada pendeta dalam Khatolik, yang ada adalah Pastor, Romo, Uskup dll!
Wah, wah, wah ...
Nb:
-Bahasan: 'apa yang dibahas' -tetapi tidak selesai dalam satu posting
-CC: Clear Contradiction, Membersihkan Kontradiksi: www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com
-Nb: Notabene -catatan penting-
[ditambahkan]
= = =
1. Antonius Widuri!
Bahasan:
Ketuhanan Yesus:
Siapa Sajakah “Anak Allah” Itu?,
Tritunggal atau 15Tunggal?, Allah itu Esa (Tunggal),
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas)
: Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Baca dramanya lebih lengkap di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/2-dialog-muslim-kristen-malam-kedua.html?m=1
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapa Sajakah “Anak Allah” Itu?
Menanggapi:
Baca CC. 200, di sini: www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/200-yesus-anak-allah-anak-anak-allah.html?m=1
Anak Allah di sini, terlalu diartikan secara hurufiah oleh kiyai, padahal ini adalah gelar tidak bermakna kelahiran.
Seperti, kita sudah tidak asing lagi mendengar sebutan:
Anak Kunci, Anak Sungai, dll.
Seperti halnya kiyai yang mengartikan 'Anak Allah' secara kelahiran, demikian pun seharusnya kepada sebutan di atas, dan jangan kaget kalau kiyai menanyakan:
Siapakah bapak,kakek,nenek,tante,om,adik,kakak,sepupu,cicit,cucu sungai itu?
[di artikan secara hurifah - kelahiran]
Tetapi, kembali kepada pikiran yang logis, bahwa bukankah hal-hal di atas sekedar kiasan saja?
Pendahuluan:
Selanjutnya dinamakan: Antonius Widuri!
Kejadiannya pada tanggal 9 bulan maret tahun 1970 lalu.
Antonius Widuri adalah dulunya seorang penganut Khatolik Roma dari kecilnya yang kemudian mualaf menjadi Islam setelah berdiskusi selama 9 malam bersama bapak kiyai Bahaudin.
Malam pertamnya, bisa dibaca di sini: www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/1-dialog-muslim-kristen-malam-pertama.html?m=1
Karena malam pertamanya hanya sekedar pengenalan diri dan tujuankedatangan saja (belum ada diskusi), jadi kita langsung loncat ke malam kedua.
Tujuan HSH bukan untuk memaksa atau menghasut Antonius supaya menjadi Kristen kembali, melainkan membahas pemahaman dari bapak Kiyai yang tidak kalah kelirunya!
HSH sungguh p'rihatin atas kekeliruan ini.
Diskusi ini dibukukan, dan dalam sampul bukunya, tertulis:
"Antonius Muslim W. Ex. Pendeta Khatolik! Anak Allah, Dosa Waris, Trinitias! Tidak Terbukti Sama Sekali!!! Alkitab Terbukti Tidak Suci Lagi!!! Bacalah Buku Ini.....!!!"
Padahal Antonius bukanlah seorang pendeta, dalam diskusinya tidak ada pernyataannya demikian! Lebih lagi, tidak ada pendeta dalam Khatolik, yang ada adalah Pastor, Romo, Uskup dll!
Wah, wah, wah ...
Nb:
-Bahasan: 'apa yang dibahas' -tetapi tidak selesai dalam satu posting
-CC: Clear Contradiction, Membersihkan Kontradiksi: www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com
-Nb: Notabene -catatan penting-
[ditambahkan]
= = =
1. Antonius Widuri!
Bahasan:
Ketuhanan Yesus:
Siapa Sajakah “Anak Allah” Itu?,
Tritunggal atau 15Tunggal?, Allah itu Esa (Tunggal),
Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?, Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?),
Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?,
Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib,
Siapa Anak Sulung Allah?,
Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?,
Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas)
: Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah), Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas): Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah),
Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung,
Yesus pun Berdosa,
Misteri Malkisedik.
[ditambahkan]
Baca dramanya lebih lengkap di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/2-dialog-muslim-kristen-malam-kedua.html?m=1
Tanggapan:
~HSH~
Tanya:
Siapa Sajakah “Anak Allah” Itu?
Menanggapi:
Baca CC. 200, di sini: www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/06/200-yesus-anak-allah-anak-anak-allah.html?m=1
Anak Allah di sini, terlalu diartikan secara hurufiah oleh kiyai, padahal ini adalah gelar tidak bermakna kelahiran.
Seperti, kita sudah tidak asing lagi mendengar sebutan:
Anak Kunci, Anak Sungai, dll.
Seperti halnya kiyai yang mengartikan 'Anak Allah' secara kelahiran, demikian pun seharusnya kepada sebutan di atas, dan jangan kaget kalau kiyai menanyakan:
Siapakah bapak,kakek,nenek,tante,om,adik,kakak,sepupu,cicit,cucu sungai itu?
[di artikan secara hurifah - kelahiran]
Tetapi, kembali kepada pikiran yang logis, bahwa bukankah hal-hal di atas sekedar kiasan saja?
Langganan:
Komentar (Atom)