Minggu, 29 Juli 2012

18. Antonius Widuri!

Bahasan:
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29.
B: Di sini menyebutkan: “Maka jawab
Yesus kepadanya: “Hukum yang
terutama inilah: dengarlah olehmu hai
Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah
Tuhan Yang Esa”.
A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya
satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan
sebagaimana telah saya terangkan.........

Menanggapi:
Baca CC. 103, di www.clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/103-yesus-tuhan-tetapi-diutus-1.html?m=1

Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandingan itu.

Ilustrasi,
Ketika saya di sini dan anda di sana, apakah mustahil untuk Tuhan menampakan diri (pada saya di sini dan anda di sana) dalam waktu yang bersamaan meski tempat berbeda?

"Tuhan senantiasa tidak terikat oleh ruang dan waktu"

Jadi, keberadaan Allah sebagai Yesus tidak berarti Ia tidak bisa mengatur alam semesta
atau bepergian ke tempat lain!

Roh Allah tidaklah terbatas, Ia bisa mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.
Saya memakai kata 'utus' sebagai bahasa 'antropomorfisme' supaya lebih mudah dipahami.

Kalau ada yang menanyakan tentang siapa pengatur semesta alam semasa Allah menjadi
manusia Yesus, maka Ia sendiri sudah
merubuhkan pernyataan bahwa Tuhan tidak
terikat oleh ruang dan waktu atau
meragukannya.
Di mana daripandangan mereka bahwa allah
itu nampaknya cuma satu, ia hanya bisa fokus
kepada satu pekerjaan saja.

Tetapi bagi kita adalah 'Allah tidak terikat oleh
ruang dan waktu', penginkarnasian-Nya tidak
berarti bahwa Ia tidak bisa mengutus Roh-
Nya ke tempat lain.

Hakikatnya Allah itu satu, tetapi Roh-Nya itu
yang tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengirim Roh-Nya ke berbagai tempat.

TUHAN bisa fokus kepada beberapa persoalan
dan melayani serta hadir pada tiap-tiap orang
meski tempatnya saling berbeda, karena Roh-
Nya tidak terbilang banyaknya, Ia bisa
mengutus Roh-Nya ke berbagai tempat.

*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari
mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku
dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan
apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Yesus adalah Firman Allah, yang telah Allah
utus ke dunia. Dan ditegaskan bahwa Firman
yang telah keluar dari mulut Allah itu adalah
Allah sendiri. (Yoh. 1:1)

Dan kalau ada teman-teman Muslim
mengajukan ayat di mana Yesus menyuruh
menyembah Tuhan, coba bandingkan dengan
dimana Allah SWT yang juga menyuruh
menyembah Tuhan:

*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah
menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa.

{Diceritakan bahwa Kitab Suci Alquran adalah
kitab suci yang hanya dikarang oleh Allah SWT
saja, dan tidak ada mahluk-mahluk alien
sejenis selain-Nya yang turut berkarya dalam
drama mini seri ini.}

Pertanyaan:
Siapakah 'Rabb-mu' yang dimaksud oleh Allah
SWT supaya disembah?

Atau yang ini;

*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah)
melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus
menerus mengurus makhluk-Nya.

Pertanyaan:
Siapa lagikah 'Allah' yang dimaksud oleh Allah
SWT?

{ref: QS.
2:5;9;10;15;20;26;30;105;139;255;284;3:2;6}

Yang pasti umat Muslim akan segera setuju,
bahwa adalah tidak Mustahil untuk Tuhan
menyuruh menyembah diri-Nya sendiri tanpa
memakai kata 'Aku', demikian pun halnya
kepada Kristus.

Di salin dari:
CC. 103 dan AW. 2.
17. Antonius Widuri!

Bahasan :
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat
Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanya:
A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan”, melepaskan manusia daripada dosa.
B: Dari manakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa?
A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin Saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan Saudara. Silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21.
B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”.

Menanggapi:
Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah
יהושוע - YEHOSYUA' atau YEHOSHUA', yõd - hê' -
vâv - syïn - vâv - 'ayin, atau ישוע - YESYUA' atau YESHUA', yõd - syïn - vâv - 'ayin, (Ibrani- Aramaik, ibarat Alexander menjadi Alex saja).

Kata יהושוע - YEHÕSYÛA' memang berasal dari dua kata Ibrani yaitu יהוה - YHVH (TUHAN) dan
ישע - YÂSYA' (menyelamatkan).

Jadi, nama Yesus berarti "YHVH (TUHAN) adalah keselamatan" atau "YHVH (TUHAN) menyelamatkan", "YHVH juruselamat".

Kata "Mesias" dalam bahasa Ibrani adalah
משיח - MASYIAKH dari kata משח - MASYAKH,
dan bahasa Arab 'MASIH', artinya "YANG DIURAPI".

Kata ini "Mesias" ditulis χριστος - khristos dalam bahasa Yunani, dari kata kerja χριω - khriô, "mengurapi". Kata ini adalah merupakan asal-muasal bentuk Indonesia 'Kristus'.

Maka, nama "Kristus" adalah persamaan "Mesias" dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus Kristus sungguh berarti "Yesus Sang Mesias", atau "Yesus yang Diurapi".
16. Antonius Widuri!

Bahasan:
Yesus Adalah Utusan (Rasul) Tuhan,
Makna: “Yesus” dan “Kristus”,
Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal),
Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?,
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Baca dramanya lebih lengkap di sini:
www.dialogmuslimkristen-hsh.blogspot.com/2012/06/3-dialog-muslim-kristen-malam-ketiga.html?m=1

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Yesus anak manusia, Matius 1:16

Menanggapi:
Yesus Anak Allah:

*Markus 3:11,
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."

*Matius 16:16,
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

*Yohanes 1:34,
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.

Yesus Anak Manusia:

*Markus 10:45,
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

*Wahyu 14:14,
Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

*Yohanes 5:27,
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

Dan masih banyak bukti lagi, bahwa Ia adalah Anak Allah dan Anak Manusia.

Ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.

Yesus adalah Anak Allah dan Anak Manusia. Tetapi kita harus tetap tidak mengartikannya secara kelahiran: Allah memperistri dan memperanak Yesus.

Istilah ini, sama seperti 'Anak Sungai' atau 'Anak Kunci' yang tidak bermakna kelahiran (kunci kawin, dan memperanak kunci lagi), seperti yang dipikirkan oleh bapak kiyai.

Melainkan Ia adalah Anak Allah, lebih detailnya lagi, Ia adalah Anak Tunggal Allah:

*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Maksudnya, hanya Dia saja (tunggal) Manusia yang Roh Allah itu hidup di dalam-Nya.

Kita pun bisa di sebut anak-anak Allah:

*Matius 5:9,
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Bedanya Yesus Anak Tunggal Allah, di mana Roh Allah itu hidup di dalam-Nya, sedangkan kita di pimpin oleh Roh Allah.
Dan status kita sbg anak-anak Allah tidak berarti bahwa kita bukan anak orangtua lagi, karena ini bukan masalah ini atau itu, melainkan ini dan itu.

Yesus juga memang adalah Anak Manusia, maksudnya hanya Yesus saja Anak Manusia -sebab hanya Dia yang tidak ternodai oleh dosa-, sedangkan manusia berdosa adalah binatang -sebab manusia tidak hidup sebagaimana yang diperintahkan Allah-:

*Daniel 7,
11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.
13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, .......

Binatang yang dimaksud adalah manusia berdosa (begitu pun yang dimaksud kitab Wahyu), bukan binatang diartikan secara kelahiran, sedangkan Anak Manusia adalah Yesus, ini adalah penggenapan dari nas ini:

*Matius 28:18,
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. [bdk: Dan. 7:14]

Dimana setelah Yesus selesai atas semua tugas-Nya (Yes. 55:11), Ia akan kembali kepada Bapa, dan Anak Manusia ini akan diberikan Takhta Kerajaan Daud. Bdk: CC. 210.
Bahkan Ia diberikan [hurufiah:kembali] menjadi penguasa di dunia dan di sorga. (Alquran juga sepakat: QS. 3:45).

Jadi, asumsi kiyai di sinetron ini senantiasa terjadi oleh kekeliruan kiyai memahami arti 'Anak Allah' yang dipaksakan bermakna kelahiran (Allah memperistri dan
memperanak), tetapi kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para penganutnya:

*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,

Padahal Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menikah dan lalu memperanak Yesus, melainkan berupa kiasan.

Bdk: AW. 1, 6, 13.
15. Antonius Widuri! (ending malam kedua)

Tanya:
B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.
A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”, maka diapun tidak benar. Karena pada
mulanya Yesus itu tidak ada, lalu
diperanakkan oleh Maria dan sesudah
itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan
hidup lagi. Dan orang sudah mati itu
tidak bisa dikatakan: “seorang yang
terkemudian” dan kalau Yesus itu
hidup lagi, tidak bisa dikatakan:
“Permulaan” bukan pula “Yang
Terkemudian” bukan “Yang Awal”
maupun “Yang Akhir”.

Menanggapi:
Yesus adalah Firman Allah, Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah itu sendiri,

*Yohanes 1:1,
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Firman itu telah menjadi Manusia:

*Yohanes 1:14,
Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Maka sebenarnya, kehidupan Yesus itu bukan di mulai pada masa keberadaan-Nya menjadi Manusia.
Melainkan sudah ada sejak permulaan, bahkan Ia-lah Yang Menciptakan segala sesuatunya:

*Yohanes 1,
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan
Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi
dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu
adalah terang manusia.
5. Terang itu bercahaya di dalam
kegelapan dan kegelapan itu tidak
menguasainya.
6 Datanglah seorang yang diutus Allah,
namanya Yohanes;
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi
kesaksian tentang terang itu, supaya oleh
dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus
memberi kesaksian tentang terang itu.
9 Terang yang sesungguhnya, yang
menerangi setiap orang, sedang datang ke
dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia
dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak
mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak
menerima-Nya.
12 Tetapi semua orang yang menerima-
Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-
anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam
nama-Nya;
13 orang-orang yang diperanakkan bukan
dari darah atau dari daging, bukan pula
secara jasmani oleh keinginan seorang laki-
laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Asumsi dari kiyai di atas, jelas adalah kekeliruan, belum memahami tentang Kepribadian Yesus yang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan Dialah yang menciptakan dunia ini.
14. Antonius Widuri!

Tanya:
A: Jelas di ayat itu menyebutkan:
“Maka firmannya kepadaku” Siapakah
yang berfirman kepadaku (kepada
Yesus) di ayat ini?
B: Tentu Allah yang berfirman.
A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif
dan Ya, Yang Awal dan Yang Akhir,
bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi
firman Allah kepada Yesus.

Menanggapi:
Ternyata kiyai mengira bahwa kitab Wahyu
adalah kitab tulisan Yesus, padahal kitab itu
ditulis oleh rasul Yohanes, dalam
penglihatannya tentang akhir zaman bertemu
dengan Yesus:

*Wahyu 1,
1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang
dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya
ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya
apa yang harus segera terjadi. Dan oleh
malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah
menyatakannya kepada hamba-Nya
Yohanes.
2 Yohanes telah bersaksi tentang firman
Allah dan tentang kesaksian yang diberikan
oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang
telah dilihatnya.

Yesus adalah Alfa dan Omega, dapat kita lihat dengan jelas:

*Wahyu 21,
1 Lalu aku melihat langit yang baru dan
bumi yang baru, sebab langit yang pertama
dan bumi yang pertama telah berlalu, dan
lautpun tidak ada lagi.
2 Dan aku melihat kota yang kudus,
Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari
Allah, yang berhias bagaikan pengantin
perempuan yang berdandan untuk
suaminya.
3 Lalu aku mendengar suara yang
nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah,
kemah Allah ada di tengah-tengah manusia
dan Ia akan diam bersama-sama dengan
mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan
Ia akan menjadi Allah mereka.
4 Dan Ia akan menghapus segala air
mata dari mata mereka, dan maut tidak
akan ada lagi; tidak akan ada lagi
perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama
itu telah berlalu."
5 Ia yang duduk di atas takhta itu
berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala
sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah,
karena segala perkataan ini adalah tepat
dan benar."
6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya
telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega,
Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus
akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari
mata air kehidupan.

*Wahyu 1,
12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara
yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku
berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki
dian dari emas.
13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada
seorang serupa Anak Manusia, berpakaian
jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan
dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan
bulu yang putih metah, dan mata-Nya
bagaikan nyala api.
15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan
tembaga membara di dalam perapian;
suara-Nya bagaikan desau air bah.
16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang
tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar
sebilah pedang tajam bermata dua, dan
wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari
yang terik.
17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah
aku di depan kaki-Nya sama seperti orang
yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan
kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan
takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang
Akhir,
18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun
lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya
dan Aku memegang segala kunci maut dan
kerajaan maut.
13. Antonius Widuri!

Tanya:
Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke-Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita pun tidak mungkin menodai ke-Esa-an Tuhan.

Menanggapi:
Tuh, kiyai betul-betul mengartikan secara kelahirankan? :D

Bapak sungai mana bapak sungai?

Kekeliruan itu pertama-tama timbulnya dari Alquran yang kemudian menjalar kepada para
penganutnya:

*QS. 112:3,
Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan,

Padahal kata 'Anak Allah', sama seperti kata 'Anak Kunci', 'Anak Sungai', 'Anak Emas' ...yang berbau kiasan, bukan kelahiran (hurufiah).
Selanjutnya, di AW. 1 dan 6.
12. Antonius Widuri!

Tentang Yohanes 1:1;

*1:1.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Kemudian, bandingkan dengan ayat ini:

*Yesaya 55:11,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Yesus itu adalah Firman Allah yang telah keluar dari mulut Allah, turun ke dunia menjadi manusia biasa, setelah menyelesaikan segala yang diperintahkan oleh Allah kepada-Nya, Firman Allah itu akan kembali kepada Allah dengan keberhasilan atas apa yang disuruhkan kepada-Nya.
Selanjutnya, baca AW. 2

Lagi-lagi di sini kita memakai bahasa anthropomorfisme.
Lebih mudah di pahami kan? ;)