Minggu, 29 Juli 2012

20. Antonius Widuri!

Bahasan:
“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible,
“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku” Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah,
Makna: “Bapa dalam aku dan aku
dalamBapa”,
Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan,
Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible,
Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible,
Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya dari “Anak SULUNG”-”Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?,
Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible,

Tanggapan:
~HSH~

Tanya:
Ulangan pasal 4 ayat 39.
A: Tegas sekali, di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah. Jadi Yesus pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya
bertentangan dengan kitab sucinya
sendiri, dan bertentangan pula
dengan ajaran Yesus.

Menanggapi:
Ini sudah dijelaskan pada AW. 2 dan AW. 18
Baca juga: AW. 19.

Dan tentang:
Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.

Menanggapi:
Allah SWT sendiri juga menyebut bahwa tiada Tuhan selain Allah:

*QS. 3:2,
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh AllahSWT? [-kenapa bukan: Tiada Tuhan selain Aku- (?)]

Atau, yang lebih kritis, di mana Allah SWT malah menyuruh menyembah Tuhan:

*QS. 2:21,
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.

Pertanyaan:
Siapa Allah yang dimaksud oleh Allah SWT untuk disembah? [-kenapa tidak mengatakan, "Sembahlah Aku" (?)-]

Kalau gara-gara Yesus menyuruh menyembah Allah (bukan: Sembahlah Aku) membuat kiyai ini berkesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Perasaan QS. 2:21 juga sama, Allah SWT juga menyuruh menyembah Allah.

Membuat HSH pun bisa membahasakan hal yang sama dengan yang diucapkan kiyai:
Allah SWT sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (QS. 3:2). Jadi Allah SWT pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Islam mengakui Allah SWT itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Allah SWT. (QS. 2:21).

Kembali kepada hal yang logis, Allah siapakah yang dimaksud Allah SWT selain dari diri-Nya sendiri?
Teman-teman Muslim pasti menjawab, bahwa yang di maksud Allah SWT adalah Dia sendiri.

Demikian pun halnya kepada Yesus, menyuruh menyembah Allah dan tidak lain yang dimaksud adalah Dia Sendiri.

Toh, adalah tidak mustahil untuk Tuhan menyuruh menyembah Tuhan (tanpa memakai kata Aku).

Justru asumsi kiyai ini sendiri menjadi bumerang untuk Qur'annya. [atau tidak pernah membaca Qur'annya, sampai tidak
tahu hal yang sama ini?]

1 komentar:

  1. Kalimat La ilaaha illa Allah ini sebenarnya tidak ada masalah. Yg masalah itu yg mengartikannya.
    Ila itu artinya sosok yg lebih tinggi statusnya dari seseorang yg sedang berbicara dan yg layak disembah. Klo mau mengartikan kalimat itu harus betul2 artinya. Jangan campur aduk antara arti kata dengan padanan kata. Makanya banyak orang yg keliru menafsirkan kalimat tersebut.

    Ila padanan katanya Tuhan, God, Dewa, Raja, Lord, Thien, dsb.

    Jadi arti kalimat la ilaaha illa Allah itu menurut saya adalah tidak ada yg layak disembah selain Allah.

    BalasHapus